Masuk ke Blok Masela, Pertamina Bisa Tukar Aset dengan Inpex

Pertamina bisa mengajak Inpex untuk mengelola blok migas yang dipegangnya Kemudian Inpex mengajak Pertamina masuk ke Blok Masela
Safrezi Fitra
10 Juni 2015, 19:22
skk migas.jpg
www.skkmigas.go.id

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) menyatakan ketertarikannya untuk ikut memiliki saham di Blok Masela yang terletak di laut Arafura, Maluku. Minat ini sudah disampaikan kepada pemerintah, tapi belum secara resmi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan Pertamina baru menyampaikan keinginannya secara lisan. "Belum dalam bentuk surat. Tapi secara lisan, Pertamina menunjukkan ketertarikan untuk masuk ke Blok Masela," kata dia di Plaza Centris di Jakarta, Rabu (9/6).

Wiratmaja mengatakan pemerintah sangat mendukung Pertamina bisa masuk ke Blok Masela, mengingat cadangan migasnya yang besar. Nantinya, Pertamina bisa melakukan pembicaraan secara bisnis dengan operator blok migas tersebut, yakni Inpex Masela Ltd.

Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah mekanisme tukar aset. Pertamina bisa mengajak Inpex untuk mengelola blok migas yang dipegangnya. Kemudian Inpex mengajak Pertamina masuk ke Blok Masela.

Advertisement

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyebut keinginan Pertamina hanya untuk memiliki sebagian saham di Blok Masela, bukan sebagai operator. Saat ini hak partisipasi Blok Masela dimiliki Inpex Masela Ltd sebagai operator sebesar 65 persen dan sisanya dimiliki Shell Corporation sebesar 35 persen.

Djoko mengatakan Pertamina tertarik dengan blok tersebut, karena cadangan migasnya yang masih besar. Apalagi, lapangan migas ini masih belum berproduksi, sehingga masih bisa dieksploitasi dalam jangka panjang.

Kontrak Inpex di Blok Masela akan habis pada 2028. Perusahaan asal Jepang ini sudah menyatakan akan memperpanjang kontraknya 20 tahun lagi, hingga 2048. Alasannya, Masela diperkirakan baru berproduksi pada 2018, atau hanya 10 tahun sebelum kontrak berakhir 2028. Jangka waktu produksi yang singkat ini dinilai belum cukup untuk mengembalikan investasi yang mencapai US$ 14 miliar.

Perpanjangan kontrak ini penting untuk menjaga kepastian bisnis, seiring penemuan cadangan gas baru di blok migas tersebut. Dengan penemuan baru ini, cadangan gas di Blok Masela meningkat dari 2,5 juta ton per tahun (million ton per annum/MTPA) menjadi 7,5 MTPA.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait