ICP Mei Naik Jadi US$ 61,86 per barel

ICP Mei tercatat paling tinggi di antara bulan lainnya sejak awal tahun 2015
Safrezi Fitra
5 Juni 2015, 12:23
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) bulan Mei 2015 sebesar US$ 61,86 per barel.

ICP Mei tercatat paling tinggi di antara bulan lainnya sejak awal tahun ini. Meski terus naik, harga ICP dalam lima bulan pertama tahun ini masih lebih rendah dari rata-rata tahun lalu di kisaran US$ 96,51 per barel.

?Peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional,? kata Tim Harga Minyak Indonesia, yang dikutip dari situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (4/6).

Ada beberapa faktor yang membuat ICP Mei naik, salah satunya publikasi organisasi negara-negara pengekspor minyak, OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) mengenai pasokan minyak mentah dunia pada bulan April. Pasokan minyak mentah OPEC (tanpa Irak) pada bulan tersebut mengalami penurunan sebesar 0,03 juta barel per hari menjadi sebesar 27,17 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.

Advertisement

Di sisi lain, OPEC juga memproyeksikan permintaan minyak mentah dunia pada tahun ini akan lebih tinggi 50.000 barel per hari dari proyeksi sebelumnya, menjadi 92,5 juta barel.

Lembaga informasi energi Amerika Serikat, EIA (Energy Information Administration), melaporkan tingkat stok minyak mentah komersial, gasoline dan distillate fuel oil selama bulan Mei lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Stok minyak mentah komersial turun 11,5 juta barel menjadi sebesar 479,4 juta barel. Stok gasoline turun6,9 juta barel menjadi sebesar 220,6 juta barel. Sementara stok distillate fuel oil turun 0,5 juta barel menjadi sebesar 128,8 juta barel.

Peningkatan harga minyak juga dipengaruhi penurunan produksi di beberapa negara. OPEC menyebutkan bahwa jumlah rig pengeboran pada kawasan Amerika Utara pada April kembali berkurang hingga 239 unit. Pada Maret 205, jumlah rig yang digunakan untuk produksi minyak mencapai 1.133 rig .

Serangan udara Arab Saudi ke Yaman, setelah berakhirnya masa gencatan senjata juga mempengaruhi harga minyak Mei. Serangan tersebut meningkatkan risiko geopolitik dan menyebabkan kekhawatiran terganggunya pengapalan minyak mentah dari Timur Tengah.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh meningkatnya proyeksi permintaan Cina pada tahun ini. Ini terlihat dari meningkatnya tingkat kinerja kilang dan jumlah fasilitas inventory di Cina.

 

Reporter: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait