Kenaikan Harga BBM Tak Pengaruhi Daya Beli

Kenaikan harga BBM sebesar 10 persen berdampak pada kenaikan tarif angkutan sebesar 3 persen
Safrezi Fitra
31 Maret 2015, 12:07
Menteri ESDM Sudirman Said
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mempengaruhi daya beli masyarakat. Bahkan dia yakin, dampak kenaikan harga tersebut terhadap inflasi masih kecil.

Keyakinan ini didasarkan pada perhitungan yang dilakukan Kementerian Perhubungan bahwa asumsi biaya BBM yang dikeluarkan angkutan umum mencapai 30 persen dari total biaya operasional. Dari hitungan tersebut, kenaikan harga BBM sebesar 10 persen, hanya akan berdampak pada kenaikan tarif angkutan sebesar 3 persen.

Dengan kenaikan biaya transportasi yang hanya 3 persen, Sudirman menganggap kenaikan harga barang seharusnya di bawah 3 persen. "Komponen harga pokok harusnya kecil lagi. Jadi seperti dampak ke inflasinya kecil," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/3).

Sudirman juga mengatakan, harga BBM saat ini bukanlah sesuatu yang tetap dan masih bisa berubah lagi. Perubahan harga tergantung variabel pembentuknya, yakni harga minyak acuan Mean of Platt Singapore (MOPS) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Advertisement

Saat ini dengan perubahan dua variabel tersebut, harga BBM pun mengalami kenaikan menjadi Rp 7.900 per liter. Meski demikian, pemerintah hanya menaikkan harga premium masih di bawah harga tersebut.

Pada 28 Maret 2015, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga BBM jenis Premium sebesar Rp 500 per liter. Harga Premium untuk luar Jawa Madura dan Bali (Jamali) sebesar Rp 7.300 per liter dan Jamali Rp. 7.400 per liter. Selisih harga tersebut kata dia akan ditanggung PT Pertamina (Persero).

Menurut dia, selisih harga tersebut masih harus ditanggung oleh Pertamina. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang penting semua keputusan dipertanggungjawabkan kepada publik, dan akuntabel," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait