Kebijakan Harga BBM, Mempersulit Pengendalian Inflasi

Harga barangjasa kalau sudah naik dia kaku dan sulit untuk turun
Safrezi Fitra
19 Januari 2015, 17:19
inflasi.jpg
KATADATA/ Arief Kamaludin

KATADATA ? Rencana pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) setiap dua pekan sekali dinilai bisa mempersulit pengendalian inflasi. Pemerintah akan sulit mengendalikan harga kebutuhan pokok, karena harga barang tersebut terpengaruh oleh harga BBM.

Ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) Umar Juoro mengatakan upaya pemerintah memanfaatkan penurunan harga minyak dunia akan tetap sulit untuk meredam inflasi. Hal ini disampaikan Juoro kepada kepada DPR, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR-RI di Jakarta, Senin (19/1).

Harga barang kebutuhan pokok akan ikut naik, ketika harga BBM naik. Namun ketika harga BBM turun, tidak serta merta dapat menurunkan harga barang tersebut. "Harga (barang/jasa) kalau sudah naik, dia kaku dan sulit untuk turun," ujar Juoro rapat tersebut.

Dia memperkirakan pergerakan inflasi tahun ini masih akan tinggi, dan akan kembali ke posisi normal pada akhir tahun. Inflasi akan bergerak di kisaran 5 persen hingga 5,5 persen pada November dan Desember 2015.

Advertisement

Dengan perkiraan ini, Juoro berharap pemerintah dan otoritas moneter mampu melakukan koordinasi yang intensif, untuk mengupayakan pengendalian harga. Upaya ini harus dilakukan terus, dari awal hingga pertengahan tahun ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo mengatakan besaran inflasi sepanjang tahun akan cenderung lebih tinggi akibat kebijakan kenaikan harga BBM November 2014 lalu. "Inflasi sepanjang tahun ini akan lebih tinggi," ujarnya usai rapat bersama DPR, hari ini.

Menurut Agus, sepanjang 2015 ada beberapa resiko ekonomi yang masih terus merongrong laju inflasi. Perubahan harga yang diatur pemerintah (administered price) dan gangguan pasokan pangan diperkirakan masih akan menjadi faktor pendorong utama kenaikan inflasi. Namun, dia masih memproyeksikan laju inflasi sepanjang tahun ini berada di kisaran empat plus minus satu persen.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro tetap yakin pemerintah akan tetap bisa mengendalikan inflasi sepanjang tahun ini. Pemerintah dalam rancangan anggaran perubahan 2015 memproyeksikan besaran inflasi sepanjang tahun sebesar 5 persen naik 0,6 persen dari asumsi pada susunan anggaran sebelumnya.

Reporter: Petrus Lelyemin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait