Masalah Kelistrikan, Pemerintah Bentuk Unit Baru

Nur Pamudji dan Agung Wicaksono ditunjuk memimpin Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional UP3KN
Safrezi Fitra
13 Januari 2015, 18:32
Menteri ESDM Sudirman Said
pindad.com
Pemerintah ingin mempercepat proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt

KATADATA ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN). Pembentukkan unit ini untuk mempercepat program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt yang direncanakan pemerintah.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan unit ini dibuat untuk membahas dan memecahkan masalah pembangunan pembangkit listrik. Namun, dia belum bisa menjelaskan bagaimana format, tugas dan wewenang dari unit baru tersebut.

"Ini unit baru, tentu sambil jalan kami akan kelola formatnya. Yang pasti akan mengelola stakeholders," katanya di Jakarta, Selasa (13/1). 

Sudirman juga telah menunjuk dua orang untuk bertanggung jawab mengurus unit tersebut. Dua orang ini adalah mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji dan Anggota Tim Reformasi tata Kelola Migas Agung Wicaksono.

Advertisement

Dia mengaku alasannya menunjuk Nur Pamudji, karena sudah cukup mengetahui berbagai masalah sektor kelistrikan. Nur dianggap sebagai sosok yang sangat berpengalaman karena pernah menjadi Dirut PLN. Sementara penunjukan Agung karena dianggap sudah pengalaman untuk mengurai masalah-masalah mengenai investasi ketika bekerja di UKP4.

Di tempat yang sama Nur Pamudji berharap dengan pengalaman yang dimilikinya, dapat mengurangi segala permasalahan mengenai kelistrikan. "Tugas saya melakukan totok nadi pada bidang-bidang yang mengalami hambatan, agar berlari kencang dan lancar," ujarnya.

Sementara Agung Wicaksono mengatakan saat ini unit tersebut masih akan berjalan dengan dua orang. Nantinya, dia akan menempatkan beberapa orang sebagai deputi. Akan ada deputi yang mengurusi perencanaan, monitoring dan evaluasi serta keuangan.

Seperti diketahui, pemerintahan Joko Widodo berencana membangun proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt dalam lima tahun pemerintahannya. Proyek ini berdasarkan kebutuhan listrik Indonesia yang diperkirakan defisit sebesar 34.000 pada 2019.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait