Belanja Modal ESDM 2015 Dianggarkan Naik Dua Kali Lipat

Kami mendapatkan alokasi tambahan belanja modal dua kali lipat Dari Rp 49 triliun menjadi Rp 98 triliun
Safrezi Fitra
12 Januari 2015, 15:10
Katadata
KATADATA
Total anggaran Kementerian ESDM yang diusulkan dalam RAPBN 2015 sebesar Rp 15 triliun

KATADATA ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapat tambahan anggaran untuk belanja modal sebanyak dua kali lipat. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015, kementeriannya mendapatkan anggaran belanja modal sebesar Rp 9,8 triliun. 

"Kami mendapatkan alokasi tambahan belanja modal dua kali lipat. Dari Rp 4,9 triliun menjadi Rp 9,8 triliun," kata Sudirman di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Senin (12/1).

Tambahan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk sub sektor strategis, yakni listrik, minyak dan gas bumi (migas), dan energi terbarukan. Dana untuk sektor listrik akan digunakan untuk menunjang transmisi dan gardu induk. Ada juga untuk program kelistrikan di 48 titik terluar di Indonesia.

Sementara untuk minyak dan gas akan digunakan untuk menambah dana infrastruktur gas rumah tangga. Kemudian ada lagi untuk program konversi minyak tanah ke gas.  

Advertisement

Dengan tambahan dana tersebut, dia berharap serapan anggaran di Kementerian ESDM masih rendah. Makanya dia ingin proses tender dilakukan secepat mungkin. Targetnya proses tender bisa selesai pada Maret 2015. "Sehingga di pertengahan tahun kami sudah lebih punya achievment, dan di  ujung tahun tidak kejar-kejaran," ujarnya.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, Sudirman juga meminta Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal untuk mengumpulkan para kontraktor yang ikut tender. Dia ingin mengingatkan kepada seluruh peserta tender untuk mengikuti tender dengan baik. "Jangan melakukan praktik2 yang kurang baik. Itu sesuai dengan arahan dari bapak Presiden dan Wapres dalam sidang kabinet," ujarnya.

Sementara Pelaksana tugas DIrektur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Naryanto Wagimin mengakui mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 3,4 triliun. "Itu akan digunakan untuk infrastruktur migas, seperti pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)," kata dia. Awalnya Direktorat Jenderal Migas hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 418 miliar.

Secara total, alokasi anggaran Kementerian ESDM yang diusulkan dalam rancangan anggaran tahun depan, mencapai Rp 15 triliun. Sekitar Rp 5 triliun akan digunakan untuk belanja barang dan pegawai.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait