Investor Asing Mulai Optimistis, IHSG Akan Kembali Menguat

Penguatan ditunjang oleh kembalinya capital inflow pada akhir perdagangan pekan lalu
Safrezi Fitra
12 Januari 2015, 10:56
Saham KATADATA|Arief Kamaludin
Saham KATADATA|Arief Kamaludin
IHSG berpotensi rally naik, seiring dengan adanya pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara lainnya.

KATADATA ? Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan penguatannya awal pekan ini. penguatan ini akan terjadi, setelah investor asing kembali melakukan aksi beli (net buy) sebesar Rp 895,07 milliar akhir pekan lalu.

Analis Asjaya Indosurya Securitites William Surya Wijaya memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang 5.195 ? 5.262 pada perdagangan hari ini. Menurut dia, IHSG berpotensi rally naik, seiring dengan adanya pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara lainnya.

?Penguatan ditunjang oleh kembalinya capital inflow pada akhir perdagangan pekan lalu,? kata William dalam risetnya, Senin (12/1).

Sejak awal pembukaan perdagangan bursa tahun ini, investor asing terus melepas modalnya dari Indonesia. Tercatat sejak 2 ? 8 Januari 2015, berturut-turut asing melakukan net sell dengan total hingga Rp 727,34 miliar. Investor asing baru tercatat net buy pada akhir pekan lalu sebesar Rp 895,1 miliar. Bahkan total net buy ini bisa menutupi net sell sejak awal tahun.

Advertisement

Analis Woori Korindo Securities Reza Priyambada menyebut penguatan IHSG juga akan didukung oleh positifnya bursa saham Asia dan global, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Penguatan ini didukung oleh terapresiasinya poundsterling karena indeks manufakturnya yang meningkat, serta kenaikan tipis Yen terhadap dolar AS. 

Turunnya data klaim pengangguran di AS dan rilis hasil rapat The Federal Open Market Committe (FOMC), menunjukan belum adanya rencana percepatan kenaikan suku bunga the Fed (Fed Rate). Hal ini pun direspons positif oleh pasar saham Asia. 

Menurut Reza, penguatan indeks juga didukung oleh penguatan saham komoditas, terutama perkebunan yang diikuti sektor pertambangan. Juga saham di keuangan, khususnya sub-perbankan. Volume dan nilai perdagangan, juga meningkat karena adanya transaksi crossing, salah satunya saham Bank Himpunan Saudara senilai Rp 695,6 milliar di harga Rp 1.167.

?Tapi, volume beli mulai berkurang, sehingga laju IHSG tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya. Tetap waspadai adanya potensi pembalikan arah, terutama jika aksi profit taking semakin besar,? ujarnya.

Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada level support 5.188 ? 5.200 dan resisten 5.225 ? 5.245. adapun beberapa saham yang dia rekomendasikan, adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., PT Semen Indonesia Tbk., dan PT Lippo Karawaci Tbk. Serta saham PT Adaro Energy Tbk., PT Soechi Lines Tbk., dan PT AKR Indonesia Tbk.

Berbeda dengan keduanya, analis Ascend Agus Susanto Benzaenuri mengatakan, IHSG cenderung melemah karena melemahnya pasar global dan bursa Asia hari ini. Selain itu, Indeks juga dibayangi aksi profit taking setelah menguat selama tiga perdagangan terakhir.

?Harga komoditas yang turun dan ancaman teroris yang kembali meningkat di Barat, juga berimbas ke bursa Asia dan global,? tutur Agus.

Dia menjelaskan, hari ini Dow Jones terkoreksi 0,95 persen, Nasdaq turun 0,68 persen, dan S&P negatif 0,84 persen. Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup terkoreksi dengan melemahnya FTSE 1,05 persen, DAX 1,92 persen, dan CAC turun 1,9 persen.

Hari ini IHSG dibuka melemah ke posisi 5.202 dari penutupan pekan lalu di level 5.216. Setelah dibuka indeks sempat menguat ke 5.218, kemudian kembali turun. Mendekati satu jam setelah pembukaan, indeks sudah berada pada posisi 5.209.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait