Jokowi Optimistis Perekonomian 2015 Lebih Baik

Pada pembukaan perdagangan awal tahun ini dibuka menguat 1334 poin menjadi 524078
Safrezi Fitra
2 Januari 2015, 10:34
Joko Widodo KATADATA | CC Harjono
Joko Widodo KATADATA | CC Harjono
Jokowi yakin ekonomi 2015 akan lebih baik, salah satu keyakinanya adalah dengan adanya kebijakan pengalihan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini mampu melonggarkan ruang fiskal sebesar hingga Rp 240 triliun.

KATADATA ? Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis perekonomian tahun ini akan lebih baik. Keyakinan ini diungkapkan di hadapan para pelaku pasar, saat membuka perdagangan indeks saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1).

"Jangan ada satu orang pun ragu dan pesimis. Karena ke depan saya lihat optimistis lebih baik," kata Jokowi. Pada pembukaan perdagangan awal tahun tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 13,34 poin menjadi 5.240,78.

Ada beberapa hal yang membuat Jokowi yakin ekonomi 2015 akan lebih baik. Salah satunya adalah kebijakan pengalihan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini mampu melonggarkan ruang fiskal sebesar hingga Rp 240 triliun.

Dana tersebut akan bisa gunakan secepat-cepatnya untuk infrastruktur seperti waduk, irigasi, pelabuhan, dan bandara.

Advertisement

Pemerintah juga akan memudahkan perizinan usaha lewat penerapan sistem perizinan satu pintu. Kemudahan tersebut diharapkan membantu investor yang selama ini mengalami kesulitan dalam berinvestasi.

"Misalnya jangan sampai urus izin power plant hingga empat tahun. Kalau masih seperti itu, harus ada yang bertanggung jawab, artinya dicopot pejabatnya," ujarnya.

Pemerintah kata dia juga akan memberikan suntikan dana untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) infrastruktur seperti Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Angkasa Pura, Kereta Api Indonesia, dan BUMN konstruksi seperti Wijaya Karya dan Hutama Karya. Ini agar para BUMN tersebut bisa percepat proses infrastruktur, sehingga diharapkan ada koneksi antarkota yang membuat perekonomian jauh lebih baik.

Sementara itu, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad berharap industri keuangan dapat lebih terbuka ke masyarakat, dengan jangkauan yang lebih luas.

"Industri keuangan (bisa) membuka akses ke usaha mikro, terutama ke daerah pedesaan. Dengan industri keuangan bisa buka akses ke masyarakat kecil, diharapkan industri keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait