Arus Masuk Investasi Portofolio Mencapai Rp 177 Triliun

Nilai ini jauh di atas total tahun lalu hanya Rp 359 triliun
Safrezi Fitra
21 November 2014, 15:12
bank indonesia.jpg
KATADATA/ Donang Wahyu

KATADATA ? Bank Indonesia (BI) mencatat arus investasi portofolio yang masuk sejak Januari sampai pertengahan November 2014 mencapai Rp 177,75 triliun. Angka ini lebih besar dibanding keseluruhan tahun 2013 yang hanya tercatat Rp 35,9 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan derasnya arus masuk investasi portofolio tersebut disebabkan kepercayaan investor global terhadap kualitas kebijakan ekonomi makro Indonesia. stabilitas sistem keuangan terjaga, di tengah ketatnya situasi moneter tahun ini.

"Kebijakan berorientasi stabilitas telah mempertebal keyakinan investor global," katanya di acara Bankers Dinner di Jakarta Conventional Center, Jakarta, Kamis (20/11).

Menurut dia, aliran investasi tersebut mampu menjaga gairah investasi di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Volume transaksi valas di pasar spot antarbank juga naik, dari US$ 500 juta per hari menjadi US$ 1,5 miliar.

Persepsi risiko terhadap Indonesia di pasar dunia pun membaik. Ini ditunjukkan oleh menurunnya Credit Default Swap dari 303 basis point (bps) pada Agustus 2013 menjadi 142 bps pada pertengahan November 2014.

Agus juga mengatakan aliran investasi portofolio tersebut juga menopang surplus Neraca Pembayaran Indonesia. Sehingga kecukupan cadangan devisa tetap terjaga. Sampai Oktober 2014, cadangan devisa mencapai US$ 112 miliar atau setara 6,4 bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Sementara defisit neraca transaksi berjalan sampai kuartal III /2014 juga sudah lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seperti diketahui, pada kuartal III-2014, defisit transaksi berjalan sebesar US$ 6,8 miliar dan angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar US$ 8,64 miliar.

Agus juga melihat adanya perbaikan pada nilai bersih ekspor non migas. Ini ditopang perbaikan pada ekspor manufaktur dari sentra-sentra industri utama di Pulau Jawa.

Advertisement
Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait