Tingkatkan Investasi, JK Janji Dorong Infrastruktur

Pembangunan infrastrukturtidak bisa sepenuhnya mengandalkan anggaran negara
Safrezi Fitra
19 November 2014, 15:40
Jusuf Kalla
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Pemerintah berjanji akan mendorong pembangunan infrastruktur, terutama setelah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Pembangunan infrastruktur ini dinilai efektif untuk dapat meningkatkan investasi langsung.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku sektor infrastruktur akan menjadi program prioritas dalam pemerintahannya. Infrastruktur merupakan bagian penting untuk mendukung bisnis, seperti pelabuhan, jalan, telekomunikasi, listrik dan penunjang bisnis lainnya.

Meski demikian, dia menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak bisa sepenuhnya mengandalkan anggaran negara. Makanya, di depan pengusaha Eropa, JK mengatakan akan mengajak investor asing untuk bekerjasama dalam hal pembangunan infrastruktur ini.

"Kami paham Uni Eropa akan kesulitan untuk investasi di manufaktur. Untuk itu Indonesia butuh lebih banyak infrastruktur. Karena hal ini juga dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi," kata JK, dalam acara EU-Indonesia Business Dialogue (EIBD), di Jakarta, Rabu (19/11).

Advertisement

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan langkah pemerintah menaikan harga BBM akan berdampak positif bagi investasi. Karena pemerintah bisa memiliki ruang anggaran yang cukup untuk dialokasikan ke sektor-sektor yang mendukung investasi.

?Kami berharap bahwa faktor-faktor yang telah menghambat bisnis di Indonesia seperti infrastruktur yang buruk, prosedur birokrasi yang panjang, dan perbedaan dalam regulasi di tingkat daerah dan nasional dapat dikurangi dan diatasi oleh pemerintah yang baru,? ujar Suryo.

Pejabat Direktur Asia dan Amerika Latin Direktoral Jenderal Perdagangan Komisi Eropa Helena Konig menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk dapat menarik investasi, khususnya dari pengusaha Eropa. Namun, masih banyak hal yang harus dibenahi dari Indonesia, salah satunya infrastruktur.

Menurut Helena, ada banyak hambatan bagi pengusaha Eropa untuk berinvestasi di Indonesia, terutama peraturan rumit dan birokrasi yang panjang. Jika hal ini bisa disederhanakan atau diperjelas, ia yakin akan meningkatkan investasi kedepannya.

Sementara Ketua Kamar Dagang Eropa (EuroCham) Indonesia Jakob Sorensen mengatakan Indonesia harus segera meningkatkan belanja untuk infrastruktur ke arah 5 persen dari GDP, dibandingkan saat ini yang hanya 2 persen.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait