Bos Sritex Jadi Ketua Asosiasi Emiten, Gantikan Direktur Indofood

Iwan merupakan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex. Dia juga merupakan anak dari pendiri perusahaan, H.M Lukminto.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
23 September 2020, 19:17
Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto, iwan setiawan lukminto, sritex, sri rejeki isman, asosiasi emiten indonesia, aei, emiten, pasar modal, bursa saham, bursa efek, perusahaan publik
Katadata
Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto

Iwan Setiawan Lukminto resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk periode 2020-2023 mulai Selasa (23/9). Ia menggantikan posisi Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), yang telah menjabat sebagai ketua selama dua periode yaitu 2014-2020.

Direktur Eksekutif AEI Samsul Hidayat mengatakan pergantian ini merupakan estafet kepemimpinan di asosiasi perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal. Dia berharap, Iwan mampu membawa organisasi lebih maju dan dapat melayani anggota dengan lebih baik dan semakin bermanfaat untuk semua anggota.

"Sangat berharap Iwan bisa mengedepankan aspirasi anggota dan berkontribusi dalam memberikan masukan bagi pemerintah dalam kebijakan terkait pasar modal," kata Samsul melalui keterangan resminya, Rabu (23/9).

Otoritas bursa pun menyambut baik terpilihnya Iwan sebagai perwakilan emiten-emiten. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan Iwan merupakan sosok yang tepat untuk menjabat sebagai Ketua Umum AEI karena beberapa alasan. "Masih muda, enerjik, dan berintegritas," katanya kepada Katadata.co.id.

Iwan merupakan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex. Dia juga merupakan anak dari pendiri perusahaan, H.M Lukminto. Dia menduduki kursi kepemimpinan Sritex sejak 2006 lalu dan berduet dengan adiknya Iwan Kurniawan Lukminto yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak 2012.

Sang kakak yang merupakan lulusan Suffolk University, Boston, Amerika Serikat ini sudah bergabung dengan Sritex sejak 1997 sebagai Asisten Direktur dan dua tahun kemudian menjabat sebagai Wakil Direktur Utama. Iwan tercatat sebagai orang kaya ke-50 di Indonesia pada 2019 versi Forbes.

Sebelum sukses seperti saat ini, Iwan yang lahir 24 Juni 1975 ini sudah ikut ayahnya berdagang di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Ayahnya membuka kios di pasar tersebut sejak pertengahan tahun 60-an. Iwan remaja pun mulai mengenal rapat yang dilakukan Sang Ayah dengan beberapa koleganya dan mendapatkan pelajaran berharga bagaimana bernegosiasi dan mengambil keputusan bisnis.

Kini, tanggung jawabnya bertambah dengan menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) yang didirikan pada 13 Desember 1988. Pada akhir era 80-an, pasar modal Tanah Air mulai berkembang. Otoritas saat itu, Bapepam, dan praktisi pasar modal berharap kegiatan di industri pasar modal bisa terus berkembang.

Perkembangan itu perlu diimbangi oleh perusahaan publik (emiten) untuk terus dibina agar menumbuhkan iklim pasar yang kondusif dan profesional. Atas dasar pemikiran tersebut, muncul keinginan sejumlah emiten untuk mendirikan wadah organisasi bagi perusahaan go public dengan membentuk organisasi ini.

Sebelum membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemerintahan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat didaulat menjadi Ketua AEI periode 2011-2014. Juni lalu, Airlangga menantang AEI untuk bisa kembali membalikkan aliran modal asing kembali ke pasar modal Indonesia.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Akumulasi data secara sejak awal tahun ini (year to date/ytd) menunjukkan adanya arus modal asing yang keluar di pasar modal, baik di obligasi maupun saham. 

“Untuk capital outflow, tugas Asosiasi Emiten Indonesia [AEI] bersama Bursa Efek Indonesia [BEI] diharapkan sesudah pertemuan ini capital outflow berputar menjadi inflow,” ujarnya dalam acara halal bihalal AEI secara daring, Kamis (11/6).

Video Pilihan

Artikel Terkait