Wall Street Rontok, IHSG Dibuka Anjlok 1,4%

Kejatuhan Wall Street juga membuat bursa di kawasan Asia bergerak turun.
Image title
24 September 2020, 10:20
ihsg, saham, bursa, wall street, bursa efek indonesia, pasar modal, indeks saham, dow jones
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Warga melintas layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka anjlok hingga 1,41% menyentuh level 4.848,67 pada perdagangan Kamis (24/9). Penurunan ini sejalan dengan kejatuhan Wall Street pada perdagangan semalam.

Berdasarkan data RTI Infokom, bursa di Amerika Serikat kompak berjatuhan. Dow Jones Index turun 1,92%, S&P 500 Index 2,37%, dan Nasdaq turun 3,02%. Hal tersebut berbanding terbalik dengan bursa di kawasan Eropa seperti FTSE 100 Index di Inggris yang ditutup naik 1,2% dan Xetra Dax di Jerman yang naik 0,39%.

Kejatuhan Wall Street juga membuat bursa di kawasan Asia bergerak turun hingga pukul 09.00 WIB. Nikkei 225 Index di Jepang turun 0,66% dan Straits Times Index di Singapura turun 0,95%. Lalu, Hang Seng di Hong Kong dan Shanghai Composite di Tiongkok masing-masing turun 1,7% dan 1,08%.

"Lanjutan kejatuhan IHSG dan akan berada di bawah level 4.900, tak terelakan lagi dalam perdagangan Kamis ini menyusul cukup tajamnya kejatuhan Dow Jones Index," kata Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang dalam risetnya pagi ini.

Ia menjelaskan, kejatuhan Wall Street ini akibat tiga hal, yakni tekanan jual saham teknologi dan persoalan Covid-19 yang masih membayangi perekonomian dunia. Kemudian ketidakpastian mengenai kelanjutan paket stimulus fiskal di negara Paman Sam tersebut.

Terkait dengan paket stimulus fiskal di AS, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memperkirakan stimulus fiskal itu tidak akan datang. Padahal, desakan bagi pemerintah AS mengeluarkan kebijakan fiskal, didengungkan oleh beberapa pihak salah satunya pejabat-pejabat bank sentral AS The Fed.

"Kami melihat bahwa apa yang disampaikan oleh The Fed benar adanya, tidak mungkin selamanya akan terus-menerus bergantung kepada The Fed dalam hal mendorong perekonomian dengan memberikan stimulus kebijakan moneter. Harus ada bauran kebijakan fiskal di dalamnya," kata Nico dalam risetnya pagi ini.

Pejabat The Fed pernah mengatakan betapa pentingnya dukungan stimulus fiskal yang lebih banyak untuk menopang pemulihan perekonomian. Gubernur The Fed Jerome Powell, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, dan Presiden Fed Chicago Charles Evans kompak menilai stimulus fiskal perlu dikeluarkan demi perekonomian AS.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, tercatat ada 53 saham yang bergerak menguat, namun 177 saham lainnya bergerak di zona merah. Sektor yang menjadi pendorong pelemahan IHSG yaitu infrastruktur yang dibuka turun 1,97%. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tercatat turun 2,5% menyentuh harga Rp 2.730 per saham.

Sektor saham finansial juga melemah hingga 1,44% yang disebabkan oleh saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak turun 1,36% menyentuh harga Rp 27.150 per saham. Lalu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,95% di Rp 3.020 per saham dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 2,88% di Rp 5.050 per saham.

Video Pilihan

Artikel Terkait