Kalbe Farma Jual Remdesivir Rp 3 Juta, Uji Coba 25 Pasien Covid-19

Saat ini distribusi Covifor hanya sebatas kepada rumah sakit saja karena izin yang didapat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah otorisasi penggunaan darurat.
Image title
1 Oktober 2020, 15:52
Kalbe farma, covid-19, obat covid-19, obat covid, kalbe farma jual obat covid, vaksin covid, obat corona, covifor, remdesivir
KATADATA/
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bersiap memasarkan obat virus corona, yakni Covifor, antivirus berjenis remdesivir untuk pasien Covid-19 di Indonesia. Antivirus ini dibanderol dengan harga Rp 3 juta per dosis dan didistribusikan terbatas hanya untuk pasien di rumah sakit saja.

"Mengenai kapan dipasarkan, mulai hari ini barang sudah siap dipasarkan dan didistribusikan ke seluruh provinsi di Indnoesia melalui jaringan pemasaran dan distribusi Kalbe Farma," kata Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (1/10).

Harga antivirus yang diproduksi di India oleh PT Amarox Pharma Global tersebut, bisa saja berubah karena sangat bergantung dengan volume yang dipasarkan. Adapun volume tersebut tergantung juga dengan suplai yang diperoleh Kalbe Farma dari Amarox, meski Amarox tidak membatasi suplai antivirus itu kepada Kalbe Farma.

Pihak Kalbe Farma terus melakukan kalkulasi volume yang bisa dipasarkan di dalam negeri dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien Covid-19 di Indonesia. Diperkirakan, untuk tahap pertama pendistribusian antivirus ini sebanyak 50 ribu unit.

"Jadi memang ini hal yang tidak gampang. Dalam waktu yang singkat kami akan hitung," ujar Vidjongtius.

Saat ini distribusi Covifor hanya sebatas kepada rumah sakit saja karena izin yang didapat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah otorisasi penggunaan darurat alias emergency use authorization. Sehingga, obat ini tidak didistribusikan kepada instalain lain termasuk di apotek.

"Yang harus kami yakinkan adalah distribusinya, supaya pemanfaatan produk ini dilakukan dengan tepat kepada pasien langsung ke rumah sakit tersebut," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Erlina Burhan, konsultan dokter Gugus Tugas Covid-19 yang merupakan dokter spesial paru-paru mengatakan obat berjenis remdesivir tersebut bakal diujicobakan kepada 25 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta. Pasien akan diberi antivirus melalui infus sebanyak 200 mg pada hari pertama.

"Hari berikutnya, bisa 5 sampai 10 hari ke depan (diberi remdesivir) sebanyak 100 mg saja," kata Erlina.

Adapun, 25 pasien yang akan diujicobakan ini harus berusia di atas 18 tahun dan menderita Covid-29 dengan kategori berat yang artinya saturasi oksigennya di bawah 94%. Kemudian, kriteria lainnya adalah pasien yang sedang menjalani ventilator mekanik. Pasien dan keluarga pun harus bersedia menadatangani secara sukarela ikut dalam penelitian ini.

Ia menjelaskan, obat jenis remdesivir adalah antivirus dengan cara kerja menghambat replikasi virus. "Mudah-mudahan kalau masuk remdesivir, replikasi virus dihambat sehingga tidak terjadi keparahan yang lebih lagi. Kemudian sistem imun akan bisa mengendalikan," kata Erlina.

Dalam waktu mendekati tujuh bulan pandemi terjadi, kasus Covid-19 mendekati angka 300.000 kasus. Data yang dihimpun pemerintah hingga kemarin, terdapat penambahan 4.284 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Cara mencegah penularan Covid-19 paling ampuh sampai saat ini adalah dengan menjaga jarak, memakai masker, dan rutin mencuci tangan. Ketiganya penting untuk dilaksanakan sambil menunggu vaksin.

Sebelumnya, Kalbe Farma memang telah mengumumkan akan memasarkan obat Covifor, obat Covid-19 berjenis remdesivir generik di Indonesia. Kepastian ini didapat setelah Kalbe Farma menandatangani kerja sama dengan perusahaan asal India PT Amarox Pharma Global pada 28 September 2020.

"Kami kerja sama pemasaran dan distribusi obat yang digunakan pada penatalaksanaan pasien Covid-19 di Indonesia, yaitu Covifor Remdesivir," kata Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9).

Ia mengatakan, tidak ada dampak dari kejadian tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau keberlangsungan usaha Kalbe Farma. Namun, setelah keterbukaan informasi ini diterbitkan, harga saham Kalbe Farma langsung naik.

Saham Kalbe Farma pun ditutup naik hingga 2,65% menyentuh harga Rp 1.550 per saham pada perdagangan kemarin. Saham berkode emiten KLBF tersebut diperdagangkan sebanyak 4.600 kali, sebanyak 30,4 juta unit saham yang bernilai transaksi Rp 47,13 miliar. Hingga pukul 15.00 WIB hari ini, harga saham Kalbe Farma menyentuh Rp 1.610 atau naik 3,87%.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait