IHSG Lanjutkan Tren Kenaikan Sejak Awal Pekan Berkat Stimulus Trump

Investor juga mencermati pengesahan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
8 Oktober 2020, 10:28
ihsg, saham, bursa, bursa efek indonesia, donald trump, stimulus as, omnibus law, pasar modal
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di awal perdagangan Kamis (8/10), sempat naik hingga 0,46% menyentuh level 5.027,8. Penguatan ini sejalan dengan tren naiknya indeks sejak awal pekan ini, Senin (5/10). Hari ini IHSG dibuka di level 5.018,7

Pada perdagangan awal sesi pertama hari ini, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 1,49 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp 790,17 miliar. Penguatan ini sejalan dengan 163 saham yang bergerak di zona hijau, sementara 104 saham terkoreksi, dan 179 saham tidak mengalami perubahan harga.

Beberapa saham yang dibuka menguat dan menempati posisi top gainers berdasarkan data RTI Infokom yaitu PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang meneruskan penguatan hingga 17,65% di Rp 1.600 per saham. Lalu, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) naik 10,62% di Rp 125 per saham.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan salah satu sentimen positif pada pergerakan indeks dalam negeri hari ini adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal paket stimulus di tengah pandemi Covid-19. Melalui Twitternya, Trump mengatakan siap memberi stimulus untuk industri penerbangan dan beberapa paket stimulus lainnya.

Hal ini membuat indeks Wall Street di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan semalam. Seperti Dow Jones Index yang ditutup meroket hingga 1,92%. Lalu, S&P 500 Index dan Nasdaq yang juga ditutup menguat masing-masing sebesar 1,74% dan 1,88%.

"Kenaikan ini menjadi kenaikan harian terbesar sejak Juli 2020," kata Edwin yang dikutip dari riset tertulisnya pagi ini.

Pergerakan indeks hari ini juga merespons semakin terang-benderangnya pengadaan vaksin Covid-19 di akhir tahun 2020. Hal itu karena Presiden Joko Widodo meneken Perpres Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi.

"Sentimen positif tersebut diperkirakan berpotensi mendorong IHSG untuk kembali menguat di hari Kamis," kata Edwin. Menurutnya, laju indeks hari ini bergerak pada rentang level antara 4.966 - 5.050.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga mengatakan, indeks hari ini yang menguat karena dukungan rapat bank sentral Amerika Serikat (FOMC) terhadap tambahan kebijakan fiskal dari pemerintah. Pejabat The Fed khawatir tanpa kebijakan fiskal, ada potensi merusak proses pemulihan ekonomi.

"FOMC merasa khawatir karena jumlah pengurangan tenaga kerja secara permanen semakin mengalami peningkatan di tengah penyerapan tenaga kerja yang mengalami perlambatan," kata Nico melalui riset tertulisnya pagi ini.

Menurutnya, gairah stimulus di Amerika Serikat saat ini bisa mendorong pasar untuk menguat. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, Nico melihat IHSG saat ini memiliki peluang bergerak menguat dengan diperdagangkan pada rentang level 4.962 hingga 5.073.

Analis Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya menilai, potensi penguatan IHSG hari ini juga masih dipengaruhi oleh investor yang mencermati pengesahan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Investor dinilai tengah menanti peraturan pelaksana dari undang-undang baru tersebut.

"Investor mencermati aturan pelaksanaan Omnibus Law, dimana ada 5 Peraturan Presiden dan 35 Peraturan Pemerintah yang akan datang. Kami perkirakan IHSG akan diperdagangkan lebih tinggi hari ini," kata Hariyanto dalam risetnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait