BUMN Energi Paling Terpukul Pandemi, Pendapatan PLN & Pertamina Anjlok

Data Kementerian BUMN, pendapatan perusahaan BUMN sektor energi per semester I 2020 turun hingga Rp 63,88 miliar.
Image title
20 Oktober 2020, 19:08
pertamina, pendapatan pertamina, omset pertamina, pendapatan PLN, omset pln, kinerja pertamina, kinerja PLN, bumn, kementerian bumn, bumn energi
PLN
Pembangkit listrik PLN

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif kepada seluruh lini bisnis dan kepada siapa pun, baik perusahaan milik negara (BUMN) maupun swasta. Kementerian BUMN mencatat ada tiga sektor perusahaan pelat merah yang paling terdampak Covid-19 di perusahaan pelat merah.

"Di portofolio BUMN, yang paling terdampak Covid-19 yaitu energi," kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam sesi diskusi secara virtual, Selasa (20/10).

Berdasarkan data Kementerian BUMN, pendapatan perusahaan BUMN yang tergabung dalam sektor energi per semester I 2020 turun hingga Rp 63,88 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini setara dengan 25% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tiko, sapaan akrabnya, menjelaskan perusahaan sektor ini seperti PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) dan PT Pertamina (Persero) menjadi penyumbang penurunan pendapatan dari sektor tersebut. "Terjadi penurunan dari konsumsi bahan bakar maupun listrik, sangat terasa. Jauh dibandingkan saat normal," katanya.

Sektor lainnya yang terdampak signifikan dari pandemi Covid-19 adalah perusahaan di sektor wisata. Pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut turun Rp 17,29 miliar atau setara dengan 75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan pendapatan BUMN pariwisata, memang layaknya terjadi sejalan dengan pembatasan aktivitas masyarakat untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19. Hal tersebut berdampak langsung kepada bisnis seperti pesawat terbang dan juga hotel milik pemerintah.

"Sehingga harus melakukan program-program penyelamatan seperti yang dilakukan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk," kata Tiko. Seperti diketahui, maskapai milik pemerintah itu bakal mendapatkan dana talangan senilai Rp 8,5 triliun.

BUMN yang tergabung dalam sektor infrastruktur pun mengalami tekanan pada sisi pendapatan. Per semester I 2020 pendapatan sektor infrastruktur turun Rp 12,94 miliar atau setara 31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tiko mengatakan penurunan pada perusahaan sektor infrastruktur ini utamanya yang terkait dengan transportasi. Beberapa di antaranya adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk.

Seperti KAI, Tiko mengatakan trafik penumpang menggunakan jasa kereta api per harinya anjlok dan hanya setara 15% dari kondisi normal sebelum ada pandemi Covid-19. "Angkanya masih rendah. Rasa nyaman masyarakat naik transportasi umum masih jauh lebih rendah," kata Tiko menambahkan.

Sementara, di industri transportasi darat seperti jalan tol, ada geliat yang sudah mulai terlihat karena pengguna Jalan Tol Trans Jawa dan Sumatera saat ini sudah mencapai di atas 50% dari kondisi normal. Tiko mengakui, naiknya trafik jalan tol merupakan perpindahan masyarakat dari moda kereta api dan pesawat terbang.

"Sekarang berpindah menjadi mobil pribadi karena merasa nyaman dan aman. Kami harap menjadi pertanda masyarakat mulai aktivitas untuk bisnis maupun wisata," ujar Tiko.

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi virus corona Covid-19. Berdasarkan sektornya, usaha akomodasi dan makan/minum merupakan yang paling banyak mengalami penurunan pendapatan, yakni 92,47%.

Jasa lainnya menjadi sektor yang mengalami penurunan pendapatan terbanyak kedua, yakni 90,90%. Posisi tersebut diikuti oleh sektor transportasi dan pergudangan, konstruksi, industri pengolahan, serta perdagangan.

Sekadar informasi, BPS melakukan survei terhadap 34.559 pelaku usaha pada 10-26 Juli 2020. Pengumpulan data dilakukan melalui metode computer assisted web and self interviewing (CASWI) atau survei daring.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait