Dibayangi Paket Stimulus AS, IHSG Dibuka Naik

Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG bergerak naik 0,43% menyentuh level 5.121,92. Padahal, pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,52% di level 5.099,84.
Image title
21 Oktober 2020, 10:11
ihsg, saham, ihsg anjlok, ihsg menguat, sentimen positif ihsg, indeks saham, wall street, dow jones, pasar modal, investor
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (21/10). Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG bergerak naik 0,43% menyentuh level 5.121,92. Padahal, pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,52% di level 5.099,84.

Total volume saham yang ditransaksikan pada awal perdagangan hari ini sudah sebanyak 752,93 miliar unit saham dengan nilai transaksi senilai Rp 871,41 juta. Tercatat ada 190 saham yang bergerak menguat, hanya ada 67 saham yang bergerak di zona merah.

Penguatan ini sejalan dengan bursa-bursa di kawasan Asia lainnya seperti Nikkei 225 di Jepang yang dibuka naik 0,42%. Lalu bursa Hang Seng di Hong Kong dan Straits Times di Singapura juga naik masing-masing 1,22% dan 0,47%. Namun, Bursa Shanghai Composite di Tiongkok bergerak turun 0,11%.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menilai IHSG hari ini berpeluang bergerak melemah dengan area support di level 5.074-5.049. Sementara, untuk area resistance ada di rentang level antara 5.159-5.129.

Menurutnya, pergerakan IHSG hari ini masih terbatas, sembari menanti persetujuan stimulus di Amerika Serikat yang hingga saat ini belum mencapai kesepakatan. Pergerakan IHSG akan minim sentimen dari data perekonomian.

"Dari dalam negeri jumlah kasus Covid-19 secara harian mencatatkan penurunan, namun masih harus diwaspadai," ujar Dennies dalam risetnya pagi ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Selasa (20/10) sebanyak 3.602 kasus. Jumlah kasus tersebut meningkat dari hari sebelumnya sebesar 3.373 kasus.

Dengan tambahan kasus tersebut, total orang terkonfirmasi positif virus corona per Selasa (20/10) mencapai 368.842 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16,9 persen atau 62.455 orang merupakan kasus aktif.

Dennies mengatakan ada beberapa saham yang layak untuk menjadi perhatian pada hari ini di antaranya PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT PP Tbk (PTPP).

Tim riset Samuel Sekuritas menilai IHSG hari ini bergerak flat. Para pelaku pasar menunggu keputusan stimulus Amerika Serikat. Hal ini yang membuat bursa-bursa di Wall Street ditutup di zona hijau seperti Dow Jones naik 0,39%, S&P 500 naik 0,47%, dan Nasdaq naik 0,33%.

"Penguatan bursa saham AS ditopang harapan tercapainya kesepakatan untuk stimulus AS. Namun ada-tidaknya stimulus, dapat diumumkan malam hari waktu setempat," kata tim riset Samuel Sekuritas.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai kabar soal hampir disepakatinya paket stimulus Amerika Serikat untuk meredam dampak pandemi Covid-19 antara Ketua DPR AS Nancy Pelosi dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menjadi pendorong penguatan bursa.

Apalagi, dikombinasikan dengan kenaikan harga komoditas seperti minyak yang naik 1,96%, emas naik 0,13%, minyak sawit naik 2,12%, timah naik 0,43%, dan nikel juga naik 2,54%. "Berpotensi menjadi katalis positif pendorong penguatan IHSG dalam perdagangan Rabu ini," kata Edwin.

Berdasarkan analisisnya secara teknikal, indeks saham Tanah Air diprediksi bergerak antara rentang level 5.057 hingga 5.141. Beberapa saham yang bisa dipantau oleh investor pada hari ini di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Video Pilihan

Artikel Terkait