Pasar Saham Hanya Buka Dua Hari, IHSG Diramal Menguat

Dari dalam negeri, pelaku pasar bakal mencermati potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020.
Image title
26 Oktober 2020, 08:56
IHSG DIBUKA MENGUAT
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat dibukanya perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sepekan lalu ditutup menguat 0,17% pada level 5.112,18 dari posisi 5.103,41 pada penutupan pekan yang lalu. Bagaimana laju IHSG pada pekan terakhir di Oktober 2020 yang terdapat libur panjang dan perdagangan hanya dibuka dua hari saja?

"Pekan depan perdagangan pasar saham akan berlangsung pendek. Pasar keuangan akan sangat dipengaruhi perkembangan stimulus fiskal dan perkembangan pemilu Amerika Serikat," kata Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee dalam risetnya, Senin (26/10).

Rencana pemberian stimulus fiskal tersebut merupakan salah satu yang paling banyak mendapat perhatian pelaku pasar. Menurut Ketua DPR AS Nancy Pelosi, harapan stimulus fiskal disahkan sebelum pemilihan presiden (pilpres) 3 November masih ada.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin membantah dan menyatakan perbedaan signifikan tetap ada antara pemerintahan Republik dan partai oposisi Demokrat.

Hans mengatakan maju atau mundurnya progres perundingan stimulus terbukti akan tetep mempengaruhi pergerakan pasar saham. Menurutnya peluang kesepakatan stimulus bisa terjadi sebelum pemilu 3 Novembercukup kecil.

Dari dalam negeri, pelaku pasar bakal mencermati potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020. Pemerintah perkirakan produk domestik bruto (PDB) terkontraksi -1% sampai -2,9%.

"Meski tumbuh negatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik di bandingkan negara-negara lain yang menghadapi pandemi Covid-19," kata Hans.

Berdasarkan analisisnya secara teknikal, IHSG berpeluang bergerak secara konsolidasi menguat. Dalam risetnya, dijelaskan area support berada pada level 5.063 sampai 5.001 sementara area resistance di level 5.135 sampai 5.182.

Khusus untuk perdagangan Senin (26/10), analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai IHSG secara teknikal bergerak menguat. Ia mengatakan, area support dan resistance pada perdagangan hari ini ada di rentang level antara 5.085-5.156.

Menjelang pergantian bulan, pasar modal sedang minim sentimen karena investor cenderung menanti data inflasi di bulan depan. Selain itu, libur panjang di dalam negeri yang membuat perdagangan pasar saham hanya berlangsung dua hari, menjadi salah satu sentimennya.

"Libur menjadi sentimen pemberat IHSG karena investor cenderung bersikap konservatif mengambil langkah di saat bursa libur cukup lama hingga memasuki November," kata Lanjar dalam risetnya.

Ada beberapa saham yang menjadi rekomendasi Lanjar untuk perdagangan hari ini, di antaranya PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

 

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan perdagangan IHSG di awal pekan ini bakal bergerak mendatang dalam kisaran terbatas. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, IHSG bergerak di rentang level antara 5.076 hingga 5.161.

"Hal itu seiring dengan kejatuhan super tipis Dow Jones Index sebesar -0,10% didorong aksi menunggu disetujuinya paket stimulus ekonomi Amerika Serikat," ujar Edwin dalam risetnya.

Beberapa saham yang menjadi rekomendasi Edwin untuk investor pada perdagangan hari ini adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai berdasarkan analisis teknikal, IHSG saat ini memiliki peluang bergerak bervariatif dengan potensi melemah terbatas. IHSG diperdagangkan dengan rentang level antara 5.062 – 5.137.

Ia menilai, potensi kesepakatan stimulus fiskal di Amerika Serikat untuk terjadi sebelum pemilu, kembali mengecil. Pasalnya Nancy dan White House justru sekarang terlihat saling menyalahkan satu sama lain karena adanya penundaan terkait dengan negosiasi pemberian stimulus

"Oleh sebab itu mungkin, selama 2 hari mendatang pelaku pasar dan investor mungkin akan cenderung mengamati dan mencermati situasi dan kondisi yang terjadi saat ini," kata Nico.

Ada beberapa rekomendasi saham yang patut dicermati investor pada perdagangan hari ini di antaranya PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Video Pilihan

Artikel Terkait