Terdorong Perkembangan Vaksin Covid-19, IHSG Dibuka Tembus 5.500

Sentimen ini sudah berpengaruh pada indeks sejak pekan lalu karena perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Pfizer Inc menemukan vaksin yang 90% efektif menangkal virus.
Image title
17 November 2020, 10:29
ihsg, saham, vaksin, virus corona, covid-19, pasar modal, ihsg hari ini, indeks saham hari ini, saham hari ini, ihsg menguat, bursa, bursa saham, update ihsg
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (13/12/2019) ditutup menguat ke zona hijau, IHSG berada di level 6.197,32 atau menguat 17,22 poin (0,28%) dari posisi sebelumnya.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.500 pada pembukaan perdagangan Selasa (17/11). Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG sempat menguat hingga 0,73% menjadi di level 5.535,04. Apa sentimen positif yang membayangi IHSG?

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, indeks Tanah Air hari ini memang berpotensi kembali bergerak menguat. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, rentang pergerakan IHSG hari ini bisa menembus level 5.500, tepatnya antara di level 5.445 - 5.532.

Ia mengatakan salah satu sentimen positif untuk pergerakan IHSG hari ini adalah perkembangan vaksin Covid-19. Sentimen ini sudah berpengaruh pada indeks sejak pekan lalu karena perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Pfizer Inc menemukan vaksin yang 90% efektif menangkal virus.

"Kini giliran perusahaan farmasi Moderna Inc menyatakan 94,5% efektif dalam mencegah virus corona," kata Edwin dalam risetnya pagi ini.

Karena perkembangan vaksin dari Moderna ini, membuat indeks di Wall Street Amerika Serikat ditutup di zona hijau. Seperti Dow Jones Index yang naik 1,6%, lalu S&P 500 Index naik 1,17%, dan Nasdaq yang menguat 0,8%. Hal ini dinilai menjadi sentimen positif pendorong IHSG hari ini.

Sentimen positif juga datang dari penguatan harga beberapa komoditas seperti minyak yang naik 3,01%, batu bara juga naik meski tipis 0,08%, dan timah yang menguat 1,73%. "Sehingga berpotensi mendorong naik saham di bawah komoditas tersebut," kata Edwin.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga menilai memang IHSG hari ini bakal bergerak menguat. Rentang level resistance ada di antara 5.548 hingga 5.521. Sedangkan rentang level support ada di antara 5.464 hingga 5.434.

Dennies pun menilai penguatan IHSG hari ini masih dibayangi banyak sentimen positif dari luar negeri, utamanya terkait vaksin Covid-19. Di sisi lain, investor sebenarnya masih perlu mencermati angka kasus Covid-19 di Indonesia yang kembali naik pesat.

"Sementara, investor cukup optimis mendengar prediksi Bank Indonesia yang memperkirakan produk domestik bruto pada triwulan IV 2020 akan tumbuh positif," kata Dennies.

Pada perdagangan awal hari ini, total volume saham yang diperdagangkan oleh investor mencapai 1,91 miliar unit saham setidaknya pada pukul 09.10 WIB. Total nilai transaksinya mencapai Rp 1,47 triliun, dimana ada 203 saham yang menguat dan 83 saham lain di zona merah, sedangkan 159 saham tidak mengalami perubahan harga.

Tercatat pada perdagangan awal ini, investor asing kembali melakukan pembelian saham senilai Rp 350,2 miliar di seluruh pasar dan melakukan penjualan senilai Rp 233,8 miliar. Sehingga, asing melakukan beli dengan nilai bersih Rp 116,41 miliar.

Beberapa saham yang menduduki posisi top gainers versi RTI Infokom sejauh ini adalah PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang naik 8,33% menjadi Rp 585 per saham. Lalu, dua saham BUMN yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang naik 7,32% di Rp 880 per saham dan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang naik 5,59% di harga Rp 340 per saham.

Video Pilihan

Artikel Terkait