IHSG Dibuka Naik 0,95% di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Covid-19

Tercatat pada pukul 09.30 WIB, indeks sempat menguat hingga 0,95% menyentuh level 5.624,98 di tengah kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dan dunia.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
23 November 2020, 11:20
Warga melintas di samping layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/3/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (13/3/2020) sore, ditutup menguat 11,82 poin atau 0
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pd.
Warga melintas di samping layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/3/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (13/3/2020) sore, ditutup menguat 11,82 poin atau 0,24 persen ke posisi 4.907,57, Meski ditutup menguat hari ini, IHSG masih tercatat turun 10,75 persen dalam sepekan terakhir.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (23/11). Tercatat pada pukul 09.30 WIB, indeks sempat menguat hingga 0,95% menyentuh level 5.624,98 di tengah kenaikan kasus Covid-19 dunia.

Penguatan ini sejalan dengan naiknya harga saham 247 emiten. Hanya 99 emiten yang sahamnya berada di zona merah. Tercatat, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 4,82 miliar unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,45 triliun.

Adapun, aliran dana investor asing tercatat masuk ke pasar saham (net buy) dengan nilai beli bersih mencapai Rp 163,18 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, asing melakukan pembelian dengan nilai bersih Rp 156,45 miliar.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diborong asing dengan nilai beli bersih Rp 64,8 miliar. Sahamnya dibuka menguat 2,17% di Rp 3.290 per saham. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami hal yang sama dengan nilai bersih asing Rp 47,3 miliar. Saham BCA menguat tipis 0,08% di Rp 33.025 per saham.

Naiknya IHSG terjadi di tengah kekhawatiran melonjaknya kasus Covid-19, baik di dalam negeri maupun secara global. Di dalam negeri, jumlah orang terkonfirmasi virus corona pada Minggu (22/11) mencapai 497.668. Angka tersebut bertambah 4.360 dari hari sebelumnya.

Sementara, kasus Covid-19 dunia melansir data dari Worldmeters, total kasusnya mencapai 58.983.531 kasus. Angka kematian mencapai 1.392.571 kasus, sementara yang sembuh sebanyak 40.765.521 kasus.

Penguatan IHSG di awal perdagangan ini, berbeda dengan prediksi beberapa analis pasar saham hari ini. Tim riset Samuel Sekuritas memprediksi IHSG hari ini bergerak terbatas karena minimnya sentimen di pasar modal. Selain itu, ada potensi investor melakukan ambil untung setelah sepanjang pekan lalu indeks menguat.

"IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak terbatas seiring dengan potensi aksi profit taking dan kekhawatiran akan melonjaknya kembali kasus Covid-19 di Indonesia," kata tim riset Samuel Sekuritas, Senin (23/11).

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Riset Edwin Sebayang. Menurutnya, IHSG hari ini akan bergerak tertahan karena naiknya korban Covid-19 dunia. Sentimen dari belum jelasnya soal paket stimulus di Amerika Serikat dan perbaikan ekonomi, juga berpotensi menahan laju indeks.

Ia pun melihat investor asing yang sempat kembali ke pasar modal Indonesia usai kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat, tampak mulai terbatas. Menurut Edwin, hal itu sejalan dengan kenaikan kasus penyebaran Covid-19 di dunia.

"Ada fenomena menarik, yakni semakin menyusutnya net buy investor asing dalam beberapa ini," kata Edwin dalam risetnya, Senin (23/11). Berdasarkan hasil analisisnya, indeks hari ini berpeluang bergerak di rentang level 5.522 hingga 5.610 per saham.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga menilai IHSG hari ini bergerak melemah. Menurutnya, area support ada di rentang level antara 5.546 hingga 5.522. Sedangkan area resistance ada di rentang level antara 5.652 hingga 5.611.

"Secara teknikal saat ini pergerakan diperkirakan masih akan mengalami koreksi," kata Dennies dalam riset tertulis. Sedikitnya sentimen dari data perekonomian pada awal pekan, menjadi salah satu penyebabnya.

Dennies juga menilai peluang pelemahan indeks juga terjadi karena kenaikan kasus Covid-19 secara global. "Ini masih menjadi sorotan di berbagai negara banyak berkembang kasus baru," kata Dennies.

Kenaikan kembali kasus Covid-19 di beberapa negara juga menjadi perhatian Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee. Pergerakan indeks sepanjang pekan ini juga dipengaruhi oleh turunnya optimisme vaksin Covid-19.

"Kami memperkirakan pasar saham akan konsolidasi melemah. Ditambah masalah stimulus dan pasar keuangan yang naik banyak beberapa pekan terakhir sehingga membuka koreksi sehat IHSG," kata Hans dalam risetnya, Minggu (22/11).

Berdasarkan hasil analisisnya secara teknikal dalam sepekan ini, level support IHSG ada di rentang level antara 5.541 hingga 5.462. Sementara, level resistance IHSG sepekan ini berada di rentang level antara 5.628 hingga 5.657.

Video Pilihan

Artikel Terkait