Jiwasraya Dapat Restu Restrukturisasi Polis dari 656 Korporasi

Tim Percepatan Restrukturusasi Jiwasraya optimistis program restrukturisasi polis dapat diikuti oleh seluruh pemegang polis, baik ritel, bancassurance, dan korporasi.
Image title
17 Desember 2020, 19:12
jiwasraya, asuransi jiwasraya, nasabah jiwasraya, ifg, bumn asuransi, bumn, js saving plan, pembayaran klaim jiwasraya, kasus jiwasraya
Jiwasraya.co.id
Asuransi Jiwasraya

Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat 656 kontrak polis korporasi telah bersedia mengikuti program restrukturisasi polis hingga 15 Desember. Jumlah itu setara dengan 31% dari total kontrak polis korporasi sebanyak 2.094 kontrak.

Jumlah ini meningkat pesat sejak Tim Percepatan Restrukturisasi mengumumkan program restrukturisasi untuk pemegang polis korporasi pada Agustus 2020 lalu. Sebelumnya, nasabah korporasi yang setuju direstrukturisasi sebanyak 577 perusahaan per 27 November 2020.

"Dengan capaian ini Kami optimistis program restrukturisasi polis Jiwasraya dapat diikuti oleh seluruh pemegang polis, baik itu ritel, bancassurance, dan korporasi," ujar Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya Jangka Menengah, Indra Widjaja di Jakarta, Kamis (17/12).

Indra yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran Korporat Jiwasraya mengatakan meningkatnya jumlah peserta korporasi yang ikut program restrukturisasi, tak lepas dari adanya pengertian dari seluruh pemegang polis menyikapi kondisi keuangan Jiwasraya saat ini. Pemegang polis korporasi mengerti mengenai esensi dan tujuan dari pelaksanaan program restrukturisasi ini.

Pada Jumat (11/12) lalu, Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya telah secara resmi mengumumkan pelaksanaan program restrukturisasi yang diperuntukkan bagi seluruh pemegang polis Jiwasraya. Adapun pelaksanaan program Restrukturisasi Polis Jiwasraya dibagi ke dalam 3 tahap.

Pertama, pengumuman untuk seluruh pemegang polis melakukan registrasi data. Kedua, tahap sosialisasi yang akan dilakukan pada awal tahun 2021 dengan pemaparan skema indikatif dan alur program restrukturisasi. Ketiga, tahap penutupan polis baru atau closing. Ketiga, secara bertahap polis yang sudah direstrukturisasi akan dipindah ke IFG Life.

Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya menargetkan pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya hingga proses migrasi polis ke IFG Life dapat selesai pada kuartal II 2021. "Semoga upaya dan kerja keras ini dipahami sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab Kami dalam menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya," kata Indra.

Kondisi keuangan Jiwasraya semakin tidak sehat karena mengalami kesulitan membayar utang klaim dan mengalami defisit ekuitas. Sehingga, restrukturisasi pemegang polis asuransi, baik tradisional, korporasi, maupun produk bancassurance harus dilakukan.

Ketua Panitia Kerja Masalah Jiwasraya Komisi VI DPR Aria Bima mengatakan utang klaim Jiwasraya per 31 Oktober 2020 mencapai Rp 19,3 triliun. Mayoritas pemegang polis yang klaimnya belum terbayarkan merupakan nasabah tradisional, namun berdasarkan nilai klaimnya yang terbesar adalah produk bancassurance.

"Opsi penyehatan perusahaan dan restrukturisasi perusahaan dipilih, mengingat jika dilakukannya proses pailit, maka akan terjadi penurunan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi di Indonesia pada umumnya, dan BUMN pada khususnya," kata Aria dalam rapat dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (30/11).

Aria merinci total klaim nasabah tradisional ritel hingga Oktober 2020 mencapai Rp 1,4 triliun. Lalu, utang klaim nasabah tradisional korporasi nilainya Rp 1,1 triliun. Sementara, utang klaim kepada nasabah bancassurance melalui produk JS Saving Plan nilainya mencapai Rp 16,8 triliun.

Jumlah total nasabah Jiwasraya saat ini mencapai 2,59 juta orang. Jumlah tersebut terdiri dari nasabah polis ritel sebanyak 308.961, pensiunan dan korporasi sebanyak 2,26 juta, serta bancassurance 17.459.

Sementara itu, kondisi liabilitas dan aset Jiwasraya per Oktober 2020 pun mengalami defisit yang semakin bengkak, nilainya mencapai negatif Rp 38,5 triliun. Nilai ini naik dari posisi negatif Rp 30,3 triliun per akhir 2018 dan negatif Rp 34,6 triliun per akhir 2019 lalu.

Video Pilihan

Artikel Terkait