Nasabah Jiwasraya Sambut Gugatan PKPU

Dengan status PKPU sela selama 45 hari ini, program restrukturisasi kepada nasabah Jiwasraya berpotensi tertunda.
Image title
15 Januari 2021, 09:32
asuransi jiwasraya, jiwasraya, js saving plan, jiwasraya digugat pkpu, status pkpu jiwasraya, asuransi jiwa, bumn, nasabah jiwasraya
Adi Maulana Ibrahim | KATADATA
Logo Jiwasraya

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) digugat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Bagaimana nasabah Jiwasraya menanggapi gugatan PKPU terhadap penyelesaian kasus mereka?

Salah satu nasabah Jiwasraya, Machril, mengatakan Jiwasraya sudah memiliki skema untuk melakukan restrukturisasi kepada pemegang polis. Sejak 2018 Jiwasraya belum membayar polis yang sudah jatuh tempo kepada nasabah, baik ritel maupun korporasi.

"(Kabar) tidak baiknya, Jiwasraya sebagai debitur, sudah punya skema yang memastikan nasabah atau kreditur, yaitu berupa tiga opsi," kata Machril kepada Katadata.co.id, Kamis (14/1).

Ia mengatakan, dengan status PKPU sela selama 45 hari ini, program restrukturisasi kepada nasabah berpotensi tertunda. Meski begitu, dia yakin, Jiwasraya tetap menjalankan program restrukturisasi ini karena nasabah memegang polis yang secara hukum sangat kuat.

Dengan adanya PKPU, Machril menilai Jiwasraya dipaksa secara hukum untuk menyelesaikan utang-utangnya kepada nasabah. Padahal, kondisi liabilitas dan aset Jiwasraya per Oktober 2020 mengalami defisit yang nilainya mencapai negatif Rp 38,5 triliun.

Berdasarkan sistem informasi penelusuran perkara PN Jakarta Pusat, perkara ini diajukan oleh pemohon Masrura Muchtar dan Mokhtar Noer Jaya dengan kuasa hukum pemohon adalah Aliyas Ismail. Perkara ini didaftarkan pada Rabu (13/1) dengan nomor perkara 34/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Jkt.Pst.

Dalam petitum dijelaskan, PN Jakarta Pusat menerima dan mengabulkan PKPU dari kedua pemohon untuk seluruhnya. Sehingga, menyatakan termohon Jiwasraya dalam PKPU sementara untuk paling lama 45 hari terhitung sejak putusan dalam perkara ini diucapkan.

Nasabah Jiwasraya lainnya, Rudhyanto mengatakan langkah PKPU ini sudah tepat untuk menyelesaikan masalah Jiwasraya sesuai kaidah bisnis. Apalagi, Jiwasraya merupakan badan usaha yang dalam posisi komersial merupakan debitur dan nasabah adalah kreditur.

PKPU itu proses yang baik buat menjalankan restrukturisasi karena restrukturisasi perlu persetujuan nasabah. "Jadi kalau mau restrukturisasi, harus mendapat persetujuan kreditur berdasarkan kaidah bisnis yang benar berdasarkan aturan," katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (14/1).

Terkait hal ini, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko memastikan program restrukturisasi nasabah masih tetap berjalan meski ada gugatan PKPU. Bahkan, program ini berjalan semakin cepat untuk nasabah korporasi.

"Untuk (nasabah) retail di fase registrasi ini pun sudah mulai ada yang close deal. Bancassurance sudah mulai banyak yang close. Terlepas ada beberapa yang masih keberatan, yang menyampaikan persetujuan semakin banyak," ujarnya kepada Katadata.co.id, Kamis (14/1).

Direktur Kepatuhan dan SDM Jiwasraya Mahelan Prabantarikso mengatakan, saat ini progress program restrukturisasi Jiwasraya sangat positif dengan adanya 40% atau 834 perusahaan dari total 2.094 yang bersedia mengikuti program restrukturisasi.

"Begitu pun dengan jumlah nasabah ritel dan bancassurance yang mulai dua pekan lalu, kami kirimkan surat resminya ke alamat korespondensi masing-masing," kata Mahelan kepada Katadata.co.id, Kamis (14/1).

Jiwasraya telah menyiapkan tiga produk baru dalam rangka program restrukturisasi untuk menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya. Direktur Teknik Jiwasraya Angger P Yuwono mengatakan produk lama asuransinya akan diganti dengan produk baru, setelah pemegang polis menyetujui program restrukturisasi.

Ketiga produk baru Jiwasraya yang bernama Tata Masa Depan (Tampan), Manfaat Bertahap (Mantap), dan Pendanaan Hari Tua (PHT). "Ini berlaku untuk semua produk mulai dari produk JS Saving Plan, hingga produk Dwiguna atau Endowment di kategori retail dan korporasi," kata Angger dalam keterangan resminya, Kamis (3/12).

Video Pilihan

Artikel Terkait