Indofood Pastikan Chitato, Chiki, dan JetZ Tetap Diproduksi

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sudah tidak bisa lagi menjual produk makanan ringan Lay's, Doritos, dan Cheetos mulai Agustus 2021.
Image title
18 Februari 2021, 18:46
indofood, pepsico, pepsi, lays, cheetos, doritos, chiki, jetz, chitato
Arief Kamaludin/Katada
Indofood tower

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) memastikan produk makanan ringan merek Chitato, Qtela, Chiki, dan JetZ tetap diproduksi. Hal ini menanggapi berhentinya produksi dan penjualan produk makanan ringan merek seperti Lay's, Doritos, dan Cheetos.

"Kami akan terus memproduksi, menjual dan mengembangkan merek-merek kami, seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz, yang telah lama menjadi salah satu makanan ringan favorit masyarakat Indonesia," kata General Manager Corporate Communication Indofood Stefanus Indrayana kepada Katadata.co.id, Kamis (18/2).

Anak usaha Indofood, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sudah tidak bisa lagi menjual produk makanan ringan Lay's, Doritos, dan Cheetos mulai Agustus 2021 yang diproduksi oleh PT Indofood Fritolay Makmur (IFM).

Adapun, IFM merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara ICBP dengan Fritolay Netherlands Holding B.V. yang terafiliasi dengan PepsiCo Inc.

ICBP memborong seluruh saham IFM yang dimiliki oleh Fritolay Netherlands. Sehingga, ICBP yang sebelumnya memiliki 51% saham IFM, kini memiliki 99,99% sahamnya usai melakukan transaksi bernilai Rp 494 miliar yang didanai dari kas internal itu.

"Yang akan diproduksi oleh pabrik IFM setelah Agustus 2021 adalah brand Chitato, Qtela, Chiki dan JetZ," kata Stefanus.

Merek-Merek Indofood

 

Sekretaris Perusahaan ICBP Gideon A. Putro menjelaskan karena Fritolay Netherlands sudah tak memiliki saham IFM, berdasarkan perjanjian, produk-produk Pepsi pun undur diri dari pasar Indonesia mulai Agustus 2021 setelah persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dilakukan selama 6 bulan sejak bulan ini.

"(Persiapan penghentian produksi dan penjualan produk) harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 bulan dari sejak tanggal dilakukan transaksi," kata Gideon dalam keterbukaan informasi yang diunggah Rabu (17/2).

Gideon mengatakan, Fritolay Netherlands, PepsiCo, atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun dari sejak berakhirnya masa transisi.

Ada beberapa merek Pepsi yang diproduksi dan dipasarkan di Tanah Air. Selain minuman soda merek Pepsi, makanan ringan Lay's, Doritos, dan Cheetos masuk dalam portofolio produk milik Pepsi. Sehingga, produk-produk ini tidak akan diproduksi dan dijajakan lagi di Indonesia setidaknya hingga Agustus 2024.

Dalam rilis resmi PepsiCo, menjelaskan, dengan dilepasnya saham IFL yang merupakan perusahaan patungan tersebut, menyelesaikan hubungan kemitraan yang telah berjalan selama 30 tahun. PepsiCo berkomitmen untuk menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk PepsiCo di Indonesia.

Meski harus menghentikan produksi dan penjualan, namun pihak PepsiCo menilai Indonesia memiliki prospek industri makanan ringan yang kuat. Pasar Indonesia akan terus menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang PepsiCo.

"Kami berharap dapat kembali lagi ke pasar Indonesia dengan produk seperti Lay's, Doritos, dan Cheetos sesegera mungkin. Untuk kembali menciptakan lebih banyak senyuman di setiap tegukan dan setiap gigitan," seperti dikutip dari siaran pers PepsiCo.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait