Dengan Menjual 4.000 Menara, Indosat Bisa Fokus Bisnis Layanan Data

Penjualan menara juga bisa menjadi langkah efisiensi terhadap kinerja Indosat.
Image title
19 Februari 2021, 19:19
indosat, menara, telekomunikasi, saham
Arief Kamaludin|KATADATA
Indosat

PT Indosat Tbk (ISAT) tengah menjajaki peluang untuk menjual sebanyak-banyaknya 4.000 menara telekomunikasi. Perusahaan memang masih dalam tahap awal penjajakan transaksi tersebut, namun bila transaksi ini terjadi, bisa menjadi transaksi material di bawah peraturan OJK.

Berdasarkan keterbukaan informasi Rabu (17/2) manajemen Indosat menjelaskan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, kelangsungan usaha Indosat pada saat ini.

"Dapat kami yakinkan bahwa begitu informasi material lebih lanjut sehubungan dengan kemungkinan transaksi tersebut ada, maka hal tersebut akan kami sampaikan ke pihak yang berwenang," kata manajemen Indosat.

Analis Reliance Sekuritas Anissa Septiwijaya menilai penjualan menara bisa berdampak positif pada bisnis Indosat. Dengan penjualan menara tersebut, Indosat bisa menjadi lebih fokus ke bisnis utamanya.

"Indosat bisa fokus pada bisnis yaitu pendapatan layanan data dan juga bisa sebagai langkah efisiensi terhadap kinerja perseroan," kata Anissa kepada Katadata.co.id, Jumat (19/2).

Penjualan menara Indosat bukan hal yang baru karena pada 2019, Indosat menjual 3.100 menara. Saat itu pembeli menara Indosat yakni PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) 2.100 dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) membeli 1.000. Lewat dua transaksi ini, perusahaan mengantongi dana Rp 6,39 triliun.

Setelah menjual, Indosat menyewa menara yang dijualnya itu selama 10 tahun dari kedua pembeli. Keuntungan bersih dari jual dan sewa kembali itu mencapai Rp 2,56 triliun. Nah, untuk penjualan 4.000 menara yang terbaru, Indosat belum memberikan detailnya.

Karena mendapat keuntungan bersih dari jual dan sewa kembali itu, Indosat bisa mencatatkan untung Rp 1,5 triliun pada 2019. Hal ini tidak terjadi pada tahun lalu.

Sepanjang 2020, Indosat mengalami rugi bersih Rp 716,71 miliar. Padahal pendapatan Indosat meningkat 6,92% menjadi Rp 27,92 triliun pada periode tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis, Jumat (19/2), mayoritas pendapatan Indosat disumbang oleh segmen seluler senilai Rp 23,08 triliun. raihan tersebut mengalami kenaikan hingga 11,65% dibandingkan setahun sebelumnya Rp 20,67 triliun. Pendapatan selular yang berasal dari pemakaian pulsa dan panggilan.

Pendapatan Indosat juga disumbang oleh bisnis multimedia, komunikasi, data, dan internet (MIDI) senilai Rp 4,28 triliun pada 2020. Sayangnya, pendapatan di pos ini mengalami penurunan hingga 10,42% dibandingkan 2019 senilai Rp 4,78 triliun.

Sayangnya, profitabilitas Indosat sepanjang 2020 terkikis oleh jumlah beban yang meningkat secara tahunan. Tahun lalu, jumlah beban yang harus ditanggung mencapai Rp 25,52 triliun atau mengalami kenaikan hingga 16,62% dari setahun sebelumnya Rp 21,88 triliun.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait