MNC Targetkan Movieland Lido Rampung 2023, Butuh Dana Rp 350 Miliar

Movieland merupakan pusat produksi film dan drama seri yang pembangunannya akan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan hingga 24 bulan
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
23 Februari 2021, 14:01
mnc, hary tanoe, mnc land, mnc studio, kek pariwisata, perfilman, saham, bursa, bursa efek indonesia, pasar modal
Arief Kamaludin | KATADATA

PT MNC Studios International Tbk (MSIN) menargetkan pembangunan proyek Movieland di kawasan ekonomi khusus pariwisata MNC Lido City, Jawa Barat, bisa selesai pengerjaannya dalam dua tahun. Proyek ini membutuhkan investasi atau belanja modal sekitar Rp 300 miliar - Rp 350 miliar.

Pembangunan Movieland sudah dimulai sejak 15 Februari 2021 lalu. Direktur Utama MNC Studios Ella Kartika mengatakan, Movieland ini merupakan pusat produksi film dan drama seri. Proyek ini diproyeksi bisa selesai dibangun antara Agustus 2022 hingga Februari 2023 mendatang.

"Movieland merupakan pusat produksi film dan drama seri yang pembangunannya akan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan hingga 24 bulan, dengan estimasi nilai belanja modal sekitar Rp 300 miliar - Rp 350 miliar," kata Ella dalam keterbukaan informasi, Selasa (23/2).

MNC Studios yang merupakan anak dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), menggarap proyek ini dengan mengusung konsep pusat industri film dan serial drama terintegrasi. Movieland bakal dilengkapi berbagai fasilitas produksi, seperti lokasi shooting outdoor dan indoor, dan peralatan dengan teknologi kelas dunia.

Movieland ini merupakan bagian dari mega proyek MNC Lido City, proyek yang sedang dikembangkan oleh PT MNC Land Tbk (KPIG). Proyek ini mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata (KEK pariwisata).

Karena telah mendapat status sebagai KEK pariwisata, kawasan tersebut bisa mendapatkan berbagai fasilitas dan insentif pajak, termasuk insentif pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai & pajak penjualan atas barang mewah, bea masuk & pajak impor, cukai, serta berbagai keringanan perizinan lainnya.

Proyek ini sudah masuk dalam rencana perusahaan milik pebisnis Hary Tanoesoedibjo sejak lama. Proyek MNC Lido City ini pun merupakan bentuk kerja sama dengan grup konglomerasi milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pada 2019 lalu, Donald John Trump Jr menyambangi Jakarta untuk kelanjutan proyek ini.

 

 

Pengaruh Terhadap Harga Saham

Sejak proyek ini dimulai pada 15 Februari 2021 lalu, saham kedua emiten ini sempat melambung tinggi. Seperti saham MNC Studios yang dalam dua hari tercatat naik 36,14% menjadi Rp 224 per saham pada 16 Februari. Begitu pula dengan MNC Land yang dalam tiga hari menguat hingga 95,09% menjadi Rp 199 per saham pada 17 Februari.

Meski begitu, pada hari berikutnya, kedua saham ini ditutup di zona merah. Seperti MNC Studios yang sejak 17 Februari hingga perdagangan sesi pertama 23 Februari turun 24,55% menjadi Rp 169 per saham. Saham MNC Land sejak 18 Februari mengalami penurunan 24,62% menjadi Rp 150 per saham.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menilai wajar pergerakan saham MNC Land tersebut. Ketika ada kenaikan harga saham terlalu signifikan, pasti ada kesempatan bagi investor mengambil keuntungan atau profit taking. Sehingga membuat harga sahamnya kembali turun.

"Ditambah lagi ketika panik, menambah tekanan jual sehingga penurunan harga tak terhindarkan," ujarnya kepada Katadata.co.id, Selasa (23/2).

Video Pilihan

Artikel Terkait