Dilirik Grab dan Shopee, Harga Saham Bank Capital Naik 25% Sehari

Kenaikan harga saham Bank Capital hari ini seiring dengan ketertarikan decacorn Grab yang disebut-sebut mengincar layanan digital bank tersebut.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
25 Februari 2021, 14:49
bank capital, baca, saham, pasar modal, perbankan, digital, bank digital, saham bank capital, grab, shopee, grab incar bank capital, grab lirik bank capital
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Layar ergerakan harga saham di Jakarta.

Harga saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) bergerak naik secara signifikan pada perdagangan Kamis (25/2). Sejak dibukanya perdagangan, saham ini naik hingga 25% menyentuh harga Rp 775 per saham.

Saham Bank Capital di Bursa Efek Indonesia ditransaksikan dengan volume sebanyak 136,11 juta unit saham dengan frekuensi sebanyak 9.984 kali. Secara total, nilai transaksinya mencapai Rp 104,8 miliar. Karena kenaikan ini, kapitalisasi pasar Bank Capital menjadi Rp 5,49 triliun.

Dari total nilai transaksi, investor domestik mendominasi dengan melakukan beli senilai Rp 104,5 triliun dan melakukan penjualan 104,8 miliar. Sedangkan investor asing tercatat melakukan pembelian senilai Rp 306,7 juta dan menjual Rp 31 juta.

Kenaikan harga saham Bank Capital hari ini seiring dengan ketertarikan decacorn Grab yang disebut-sebut mengincar layanan digital bank nasional itu yakni Capital Net. Direktur Utama Bank Capital Wahyu Dwi Aji membenarkan bahwa Grab tertarik masuk pada layanan digital tersebut.

"Bukan hanya Grab (yang berminat),” kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (25/2). Namun, ia tidak memerinci siapa lagi yang melakukan pendekatan untuk berinvestasi.

Katadata.co.id pun mengonfirmasi kabar tersebut kepada Grab. “Kami tidak (mau) berkomentar mengenai rumor yang beredar di pasar,” ujar juru bicara Grab.

Layanan Capital Net tersedia sejak 2019. Dikutip dari laman Google Play Store, aplikasi ini dapat digunakan oleh nasabah tabungan dan giro perorangan Bank Capital, yang bertujuan mempermudah transaksi.

Berdasarkan laporan keuangan hingga triwulan III 2020, Bank Capital memiliki modal inti Rp 1,47 triliun. Ini artinya, sudah berada di atas ketentuan OJK terkait peningkatan modal inti.

Penyaluran kredit Bank Capital pada periode tersebut mencapai Rp 11,64 triliun, atau naik 29% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan labanya turun 24,4% menjadi Rp 60,46 miliar.

Menjadi Incaran Decacorn

Tidak hanya Grab, Induk Shopee, Sea Group, juga sempat dikabarkan tertarik mengambil alih. Kabar ini membuat saham Bank Capital meroket, ssejak awal Februari 2021 secara kumulatif menguat hingga 106,12%.

Sebenarnya tidak hanya Bank Capital yang harganya naik signifikan. Bank-bank kecil lain di Bursa juga kompak naik signifikan. Hari ini, saham PT bank Ganesha Tbk (BGTG) bergerak naik 34,62% menjadi Rp 175 per saham setidaknya hingga perdagangan pukul 13.48 WIB.

Saham lainnya yang naik signifikan hari ini seperti PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) yang naik 32,8% menjadi Rp 166 per saham. Begitu pula saham PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) yang naik 34% menjadi Rp 268 per saham.

Head of Research Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi Taulat menyampaikan kenaikan harga saham bak kecil ini seiring dengan rencana peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pengelompokan bank. Rencananya, OJK mengubah pengelompokan Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) menjadi Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI).

Perubahan pengelompokan ini, seakan menaikan satu tingkat standar pengelompokan. KBMI 1 dihuni bank yang memiliki modal inti di bawah Rp 6 triliun. Pengelompokan sebelumnya, BUKU 1 diisi bank-bank dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun.

KBMI 2 merupakan kelompok bank bermodal inti antara Rp 6 triliun - Rp 14 triliun. Sedangkan pada klasifikasi BUKU 2, batasan modal intinya Rp 1 triliun - Rp 5 triliun. Kemudian bank KBMI 3 memiliki modal inti Rp 14 triliun - Rp 70 triliun. Sementara modal inti bank kelompok BUKU 3 berada dalam rentangRp 5 triliun - 30 triliun.

Terakhir, bank penghuni kelompok KBMI 4 memiliki modal inti di atas Rp 70 triliun. Sedangkan sebelumnya, bank yang masuk dalam kategori BUKU 4, bermodal inti di hanya di atas Rp 30 triliun.

Selain itu, OJK menargetkan agar modal inti perbankan Tanah Air ditingkatkan hingga minimal Rp 3 triliun secara bertahap hingga 2022 mendatang. Hingga akhir tahun ini, OJK mendorong perbankan memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun.

"Bank-bank yang memiliki modal inti di bawah Rp 3 triliun akan mencari mitra agar memenuhi aturan POJK tersebut. Hal ini yang saat ini banyak terjadi dan memberikan dampak positif pada kinerja harga saham bank tersebut," kata Lanjar kepada Katadata.co.id, Rabu (24/2).

Meski harga saham bank kecil naik dan mendapat sentimen positif, bukan berarti melakukan investasi di saham bank kecil tidak berisiko. Banyak bank kecil yang masuk kategori KBMI 1, memiliki tingkat kredit seret atau non-performing loan (NPL) yang tinggi. "Rasio NPL tersebut yang membuat tingginya risiko," kata Lanjar.

Selain NPL, investor juga bisa melihat likuiditas sebagai pertimbangan risiko dengan berkaca pada indikator modal dasar dan aset bank tersebut. Jika likuiditas lebih kecil, tentu akan menjadi salah satu faktor risikonya.

Untuk itu, Lanjar menilai saham-saham bank kecil ini lebih cocok untuk di-trading-kan saja memanfaatkan momentum saat ini. Sedangkan untuk melakukan investasi, Lanjar lebih merekomendasikan saham-saham bank besar yang masuk dalam KBMI 4.

"Prospektifnya bank bisa dinilai dari nilai buku (price to book value) bank tersebut dan rasio NPL yang tidak boleh lebih dari 5%," kata Lanjar membagikan tips terkait trading saham bank kecil.

Video Pilihan

Artikel Terkait