Investor Asing di Bursa Beli Bersih Rp 1,2 Triliun, Borong Saham BUMN

Saham-saham BUMN yang banyak dibeli investor asing dalam sepekan terakhir adalah Telkom Indonesia (TLKM), Bank BRI (BBRI) dan Bank BTN (BBTN).
Image title
26 Februari 2021, 18:24
ihsg, investor asing, net buy, net sell, asing borong saham, saham, pasar modal
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan ini bergerak naik tipis 0,16% dibanding sepekan sebelumnya menjadi level 6.241 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/2). Kenaikan tipis tersebut, diikuti oleh masuknya investor asing ke pasar saham Tanah Air dengan mencatatkan beli bersih Rp 1,16 triliun.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan masuknya investor asing ke pasar saham sepekan ini karena adanya optimisme pasar terkait prospek pemulihan ekonomi global dan domestik tahun ini. Katalis lainnya, pelaku pasar masih mengapresiasi kebijakan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell.

"Apresiasi pasar karena Powell mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter dalam rangka pemulihan ekonomi di negeri Paman Sam," kata Nafan kepada Katadata.co.id, Jumat (26/2).

Sementara Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan sentimen asing melakukan net buy lebih dikarenakan rilis data-data minggu lalu, salah satunya indeks PMI yang kembali meningkat. Penurunan suku bunga juga menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi kembali ekspansif.

Berdasarkan data RTI Infokom, investor asing paling banyak memborong saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai bersih mencapai Rp 1,18 triliun dalam sepekan. Saham perusahaan milik pemerintah tersebut, tercatat mengalami kenaikan hingga 8,72% dalam sepekan menjadi Rp 3.490 per saham.

"Ini bisa jadi karena kondisi indeks cenderung sideways pergerakannya dan harga TLKM juga turun dalam dan dinilai sudah murah secara teknikal. Makanya, asing kembali buyback TLKM," ujarnya kepada Katadata.co.id, Jumat (26/2).

Saham lain yang juga diminati oleh investor asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai beli bersih Rp 434,43 miliar. Sayangnya, harga saham bank pemerintah ini tercatat turun 1,67% menjadi Rp 4.710.

Saham bank milik pemerintah lainnya yang juga diminati oleh asing adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan nilai beli bersih mencapai Rp 318,84 miliar. Saham bank ini pun bergerak naik signifikan sepekan ini mencapai 10,11% menjadi Rp 2.070 per saham.

Disamping itu, ada beberapa emiten yang dijual asing dengan nilai cukup besar. Paling besar asing melakukan penjualan terhadap saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai bersih Rp 782,22 miliar. Saham ini pun ditutup turun 6,49% menjadi Rp 5.400 per saham.

Saham lain yang juga dilepas oleh asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai jual bersih Rp 313,8 miliar. Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia ini pun mengalami penurunan 1,68% sepekan menjadi Rp 33.550 per saham.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menjadi target penjualan investor asing sepekan ini dengan nilai jual bersih Rp 301,49 miliar. Saham bank milik pemerintah ini tercatat mengalami penurunan 3,53% menjadi Rp 6.150 per saham.

IHSG Sepekan yang Naik Tipis

Sepekan ini IHSG ditutup naik tipis 0,16% menjadi 6.241 pada perdagangan Jumat (26/2). IHSG mayoritas ditutup naik, namun sempat juga mengalami penurunan dalam dua hari perdagangan dengan berbagai sentimen yang mewarnai.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengomentari pergerakan harga saham pada perdagangan Selasa (23/2) yang naik 0,28% menjadi 6.272. Menurutnya, kenaikan ini karena mendapat sentimen positif dari kenaikan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional yang mencapai Rp 699 triliun.

Sementara, IHSG sempat ditutup turun 0,35% menjadi 6.251 sehari setelahnya. Dennies menilai, penurunan ini didorong oleh laporan keuangan emiten untuk tahun buku 2020 yang tercatat di bawah ekspektasi. "Terutama untuk sektor pertambangan," katanya dalam riset tertulis yang dikutip Jumat (26/2).

Di tengah pergerakan IHSG yang naik tipis, tercatat saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) menjadi saham yang paling cuan. Bagaimana tidak, saham perusahaan ini naik 144% dalam sepekan ini menjadi Rp 122 per saham.

 

Saham yang juga mendulang keuntungan besar lainnya adalah PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) karena naik 128% menjadi Rp 244 per saham. Harga saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) juga mendatangkan keuntungan besar karena sepekan naik 116,43% menjadi Rp 3.030 per saham.

Selain saham yang menguntungkan, ada beberapa saham yang harganya turun signifikan sepekan ini. Saham PT Indointernet Tbk (EDGE) menjadi yang paling besar dengan penurunan 30,35% menjadi Rp 20.425 per saham.

Saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) juga turun signifikan sepekan sebesar 29,55% menjadi Rp 248 per saham. Diikuti oleh saham PT Global Teleshop Tbk (GLOB) yang harganya turun 28,96% menjadi Rp 260 per saham.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait