BUMN Pelabuhan Resmi Merger, Dirut Pelindo II Pemimpinnya

Merger Pelindo membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia.
Safrezi Fitra
2 Oktober 2021, 10:02
Pelindo, merger pelindo, merger bumn, bumn pelabuhan, pelindo II, ipc
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo II, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menggabungkan empat perusahaan negara pengelola pelabuhan, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I, II, III, dan IV. Dalam penggabungan BUMN ini, Pelindo II ditunjuk sebagai surviving entity atau entitas yang berhak menerima penggabungan.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam Pelindo II. Di hari yang sama (Jumat 1/10), Direktur Utama Pelindo I Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo III, Boy Robyanto, dan Direktur Pelindo IV, Prasetyadi menandatangani akta penggabungan.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang menyaksikan penandatanganan akta penggabungan tersebut mengatakan ini adalah salah satu momen penting dan bersejarah bagi pengelolaan BUMN kepelabuhanan. Merger ini adalah langkah penting dalam rangka peningkatan value creation bagi BUMN Pelabuhan.

"Inisiatif ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhanan nasional,” ujar Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangannya, Jumat (1/10).

Merger Pelindo membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs (twenty-foot equivalent units).

Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage dan memperkuat permodalan perusahaan.

Kartika mengatakan Pelindo dapat berfokus agar keempat subholding di bawahnya segera efektif dan dioperasikan secara optimal. Kartika berharap aksi korporasi ini memberi manfaat besar bagi perekonomian dan sosial Tanah Air.

“Semoga terwujudnya legal merger Pelindo memberikan optimisme kepada masyarakat Indonesia bahwa kepelabuhanan nasional akan terus tumbuh dan pada akhirnya dapat bersaing dengan pemain besar pelabuhan dunia,” kata Wamen Kartika yang akrab disapa Tiko ini.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan setelah penandatanganan akta, Kementerian BUMN selaku pemegang saham juga menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi Pelindo II.

Berikut daftar nama-nama jajaran Komisaris dan Direksi dari Pelindo.

Direksi Pelindo:

- Direktur Utama: Arif Suhartono

- Wakil Direktur Utama: Hambra

- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Mega Satria

- Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Ihsanuddin Usman

- Direktur Strategi: Prasetyo

- Direktur Investasi: Boy Robyanto

- Direktur Pengelola: Putut Sri Muljanto

Komisaris Pelindo:

- Komisaris Independen (Plt Komisaris Utama): Marsetio

- Komisaris Independen: Irma Suryani Chaniago

- Komisaris Independen: Heru Sukanto

- Komisaris: Antonius Ranier Haryanto

- Komisaris: R. Agus H. Purnomo

- Komisaris: Didi Sumedi

- Komisaris: Sudung Situmorang

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait