Investasi Besar di Papua, Peluang dari Defisit Pupuk Dunia

Pabrik-pabrik pupuk di Tiongkok sudah tua dan diprediksi tutup dalam lima tahun ke depan. Pupuk Kaltim memanfaatkan peluang ini dengan membangun pabrik baru di Papua senilai Rp 40 triliun.
Safrezi Fitra
8 Juni 2021, 09:00
Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Rahmadi Pribadi
Katadata | Joshua Siringoringo
Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Bagaimana kinerja Pupuk Kaltim 2020?

Saya harus sampaikan ternyata tidak semua industri terdampak negatif oleh pandemi Covid-19. Di 2020 (unaudited) kinerja labanya justru meningkat dibandingkan 2019. Demikian juga marginnya, semuanya tumbuh.

Laba bersih Pupuk Kaltim mendekati Rp 1,9 triliun, tumbuh sekitar 5%, penjualan juga 5% menjadi Rp 17,5 triliun. Ini terjadi di era pandemi Covid-19. Ketika semua orang berbicara mengecil, kami malah lebih besar. Rata-rata pertumbuhan laba Pupuk Kaltim sekitar 3-7% per tahun. Memang unik di 2020, karena ekonomi nasional maupun global mengalami kontraksi, kinerja kita ini malah semakin baik.

Advertisement

Banyak hal yang kami lakukan tahun lalu. Banyak sekali program-program efisiensi, sehingga bisa meningkatkan laba. Karena kalau diam saja pasti susah, jadi kami banyak lakukan improvement di internal.

Apakah pandemi Covid-19 tidak berdampak bagi perusahaan?

Memang 2020 itu dampak terberatnya ada di Maret hingga Juli, tetapi di Agustus sudah recovery (pulih kembali). Proses recovery ini berlanjut ke kuartal I 2021, penguatan ekonomi itu sudah mulai kelihatan.

Tidak hanya domestik, karena ekspor kami juga cukup banyakkan. Kuartal I tahun 2021 (unaudited) juga menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Kami optimistis target 2021 lebih tinggi dibandingkan 2020.

Kami melihat trennya jatuh di Maret domestik atau internasional. Agustus mulai naik terlihat dari harga komoditi. Harga produk yang kami jual di pasaran internasional, amonia dan urea, harganya menunjukkan tren penguatan, naik terus.

Berapa besar penjualan ekspor dan domestik Pupuk Kaltim?

Untuk pasar dalam negeri itu sekarang kira-kira 50-50. Tergantung pasar ya, terkadang di tahun tertentu bisa jadi domestiknya lebih banyak daripada ekspornya. Tetapi secara overall 50-50.

Apa saja program efisiensi yang dilakukan perusahaan?

Sebagai contoh, di tahun kuartal IV-2020 kami berhasil meningkatkan kapasitas bongkar muat di pelabuhan kami. Itu dampaknya cukup signifikan. Biaya handling turun hampir separuh, kecepatan muat ke kapal tinggi, sehingga biaya sewa kapal juga turun.

Ada beberapa program efisiensi lain yang kami lakukan. Yang jelas, kami tidak mengurangi gaji atau kesejahteraan karyawan. Justru kami memacu perusahaan tumbuh dan karyawan bisa lebih sejahtera.

Saya sendiri cukup surprise dengan kinerja PKT. Tentunya effort yang kuat dari managemen dengan karyawan merespons pandemi. Kalau boleh kami bilang, merespons krisis ekonomi dengan sangat baik.

Saya rasa tidak banyak perusahaan yang bertahan dari pandemi dan keluar sebagai pemenang. PKT bisa keluar dari pandemi sebagai pemenang. Kalau survive kan tetap hidup, kami keluar dari pandemi menjadi perusahaan yang lebih kuat, lebih sehat dan lebih profitable.

Target penjualan dan laba 2021?

Kami berharap laba meningkat lagi sekitar 6-7% dan target penjualan 10%. Kuartal I-2021 kinerjanya mungkin sudah diatas 50% lebih baik dari 2020. Tumbuhnya cukup signifikan dari sisi laba. Ini Justru sudah lebih bagus dibandingkan 2019 (sebelum pandemi). Kami berhasil mengambil opportunity di saat perusahaan lain sedang sulit.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait