Ragam Tradisi Unik Jelang Buka Puasa

Aktivitas jelang buka puasa di berbagai daerah beragam macam. Masing-masing warga di tiap kota memiliki tradisi dan kebiasaan unik.
Image title
Oleh Sahistya Dhanesworo - Tim Riset dan Publikasi
20 April 2022, 22:16
Aktivitas jelang buka puasa di berbagai daerah beragam macam. Masing-masing warga di tiap kota memiliki tradisi dan kebiasaan unik.
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.

Ramadan di Indonesia erat kaitannya dengan latar budaya. Dengan tradisinya masing-masing, warga di berbagai daerah menjalankan kebiasaan yang berbeda untuk satu tujuan yang sama, yakni menunggu waktu buka puasa. Seperti apa? Berikut beberapa aktivitas ngabuburit di berbagai kota yang Katadata rangkum untuk Anda.

1. Kumbohan

Kumbohan adalah tradisi berburu ikan di Sungai Bengawan Solo yang biasa dilakukan warga Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan ini biasa dilakukan pada sore hari ketika air sungai sedang surut. Warga yang berkumpul akan menangkap ikan dengan tangan kosong. Ikan-ikan itu kemudian akan dijadikan hidangan berbuka.

2. Balap perahu layar

Tradisi ini dapat dijumpai di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Perahu layar yang digunakan bukanlah perahu sungguhan yang dapat ditumpangi manusia, melainkan perahu mini yang diberi beragam hiasan dan layar warna-warni.

3. Panjat tebing

Meski melelahkan dan butuh banyak tenaga, nyatanya aktivitas panjat tebing tetap populer di kalangan masyarakat Madiun, Jawa Timur. Jelang waktu berbuka puasa, warga biasanya berkumpul di Stadion Wilis untuk berolahraga, termasuk melakukan olahraga ekstrem ini.

4. Bermain layang-layang hias

Dari Jawa Timur, kita bergeser ke Jawa Barat. Ngabuburit dengan bermain layang-layang hias merupakan tradisi yang umum dijumpai di kawasan Majalengka. Seperti perahu mini di Surabaya, layang-layang dihias semenarik mungkin agar tampak indah saat diterbangkan.

5. Bleguran

Bleguran adalah tradisi ngabuburit yang populer di Jakarta pada era 1970-an. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, anak-anak akan berburu bambu untuk dibuat menjadi meriam tradisional, lantas dimainkan di tanah lapang. Meski tak menghasilkan ledakan besar, suara meriam tersebut cukup memekakkan telinga.

6. Asmara subuh

Asmara subuh tak ada kaitannya sama sekali dengan percintaan dan waktu subuh. Asmara subuh merupakan tradisi yang dilakukan warga Palembang, Sumatra Selatan, dengan membakar sejumlah petasan di sepanjang Jembatan Ampera.

7. Keliling pulau

Tradisi asal Bangka Belitung ini biasanya dilakukan oleh anak-anak. Menjelang azan magrib, anak-anak akan berkeliling pulau dengan perahu sambil menikmati keindahan laut di sore hari.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait