BNI Antar Puluhan Ribu UMKM Go Export

BNI mendorong UMKM untuk gencar mengekspor produk.
Shabrina Paramacitra
4 Agustus 2022, 15:20
BNI mendorong UMKM untuk gencar mengekspor produk.
BNI
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Yunita Resmi Sari (kiri) dan Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal.

Bank Indonesia (BI) mencermati tren pemulihan ekonomi tahun ini. Dalam pemulihan tersebut, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi penopang ekonomi nasional yang memanfaatkan ceruk pasar internasional dengan lebih luas.

Dorongan kepada UMKM pun terus dikerahkan oleh perbankan. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Yunita Resmi Sari mengatakan, dukungan dari perbankan seiring dengan langkah bank sentral untuk memasarkan produk UMKM ke mancanegara, sekaligus meningkatkan cadangan devisa.

“Pengembangan UMKM tidak terlepas dari sinergi antara otoritas dan lembaga, termasuk lembaga perbankan. Salah satu program pengembangan UMKM yang dilakukan adalah melalui fasilitasi UMKM hingga tembus ke pasar luar negeri,” ujarnya.

Yunita menyampaikan, segmen UMKM menunjukkan geliat pertumbuhan yang positif. Berdasarkan survei BI, sebanyak 63,6 persen UMKM sudah mengalami peningkatan omzet dibandingkan tahun lalu. Bahkan, 43 persen di antaranya telah mengalami peningkatan omzet ekspor.

Advertisement

“Menariknya, kredit ekspor kita meningkat 107 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhannya hampir US$ 100 juta,” ungkapnya. Bila kredit meningkat, imbuh Yunita, maka telah terjadi peningkatan permintaan dan kinerja pada UMKM Indonesia.

Guna mendorong UMKM melakukan ekspor, bank sentral menggunakan strategi menarik dan mendorong (pull and push). Dari sisi pull, BI memanfaatkan tujuh kantor perwakilannya di luar negeri untuk mengidentifikasi pasar dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk melakukan ekspor. Sebab, setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda satu sama lain.

Sementara sisi push-nya, BI menyiapkan UMKM untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga, UMKM dapat mencapai kualitas, kuantitas dan kapasitas yang mumpuni.

Direktur Bisnis UMKM PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Muhammad Iqbal menyatakan, per semester I 2022 terdapat sekitar 40 ribu nasabah UMKM yang melakukan ekspor. Jumlah itu melesat 60 persen dibanding posisi yang sama tahun lalu. Kala itu, nasabah UMKM yang melakukan ekspor tercatat sekitar 25 ribu nasabah.

“Secara value (nilai), ekspor UMKM kami naik dari Rp 14 triliun jadi Rp 22 triliun. Artinya, barang yang diproduksi oleh UMKM binaan BNI jauh lebih dihargai pasar,” ucap Iqbal. Orientasi para nasabah itu ada pada produk olahan makanan dan minuman, kerajinan tangan, serta hasil laut.

Pencapaian ini berkat BNI Xpora yang memberikan pendampingan berkelanjutan agar para pelaku UMKM terbiasa melakukan ekspor. Program BNI Xpora diluncurkan tahun ini. Dalam program tersebut, BNI melakukan kurasi produk UMKM melalui 200 kantor cabang terpilih. Proses kurasi dilakukan sesuai potensi ekspor di masing-masing daerah.

Setelah itu, BNI melakukan pendampingan bersama berbagai pihak, seperti kantor bea dan cukai setempat, Lembaga Pembiayaan Ekspor dan Impor (LPEI), serta pihak lainnya. Tujuannya, agar pelaku UMKM memahami kebutuhan pasar, persyaratan, hingga kapasitas yang dibutuhkan untuk melakukan ekspor.

Setelah pelaku UMKM siap mengekspor, BNI melakukan business matching dengan diaspora yang tersebar di berbagai negara. BNI juga mengandalkan kantor cabang luar negeri. Iqbal menilai, diaspora dapat membantu membukakan “pintu” bagi UMKM agar bisa menembus pasar luar negeri.

Iqbal mengungkapkan, salah satu UMKM pembudidaya tanaman hias telah mendapatkan kontrak ekspor senilai Rp 1 triliun per tahun untuk pasar Eropa. Ada pula kelompok ibu-ibu asal Jawa Barat yang memproduksi kerupuk untuk pasar Hong Kong dan Cina. Semua pembukaan pasar luar negeri itu dipermudah oleh diaspora.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait