Kementerian ESDM Listriki 5.487 Rumah di Kalimantan Barat

Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) telah disalurkan kepada ribuan rumah tangga penerima di Provinsi Kalimantan Barat.
Shabrina Paramacitra
7 Desember 2022, 14:09
Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) telah disalurkan kepada ribuan rumah tangga penerima di Provinsi Kalimantan Barat.
Kementerian ESDM
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana memberikan sambutan dalam peresmian Program BPBL di Desa Limbung Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu (24/09/2022).

Sebanyak 5.487 rumah tangga di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendapatkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini.

Program tersebut menyasar masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tinggal di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), atau dinyatakan layak menerima bantuan berdasarkan validasi kepala desa setempat.

Budianto, warga Desa Limbung Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, adalah salah satu penerima BPBL. Sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai pekerja bangunan itu mendapatkan listrik dengan cara menarik kabel, atau menyalur listrik dari surau di depan rumahnya.

Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan PLN. Setelah sekian lama, akhirnya dengan adanya bantuan ini rumah saya berlampu,” katanya dalam ketengan tertulis, dikutip Rabu (7/12/2022). Selama ini, ayah lima anak tersebut belum pernah mendapatkan bantuan sosial.

Advertisement

BPBL juga diberikan kepada Syaiful, yang sebelumnya mendapatkan listrik dari menarik jaringan tetangganya. Berkat BPBL, akhirnya Syaiful dan keluarganya bisa lebih leluasa memanfaatkan listrik. “Terima kasih untuk pemerintah yang sudah membantu rakyat yang kurang mampu ini. Dengan bantuan ini, apa yang kesusahan dan kekurangan, bisa terpenuhi,” ungkap Syaiful yang juga seorang musisi itu.

Total, terdapat 1.134 penerima BPBL di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi terselenggaranya program ini. Ia menegaskan, pihaknya siap menyediakan data yang dibutuhkan untuk mempercepat penyambungan listrik di daerahnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, BPBL adalah program terobosan dari Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). “Selain program BPBL, Kementerian ESDM juga mempercepat penyediaan listrik di wilayah yang belum ada jaringan listriknya,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengatakan, terselenggaranya Program BPBL adalah hasil kerja sama dari berbagai pihak. “Berkat support (dukungan) dan semangat dari pemerintah, PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan segenap kepala desa di setiap daerah dan tim di lapangan yang sudah bekerja di lapangan dapat mendorong kemajuan di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Hingga semester II-2022, rasio elektrifikasi rumah tangga di Indonesia mencapai 99,56 persen. Dari data tersebut, masih ada 347.141 rumah tangga yang belum teraliri listrik. Sebagian besarnya tersebar di kawasan 3T.

Tahun ini Kementerian ESDM menargetkan 80.000 rumah tangga di 22 provinsi mendapatkan BPBL yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerima BPBL mendapatkan instalasi listrik berupa tiga titik lampu dan satu kotak kontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan listrik ke PLN, dan token listrik pertama.

PLN mendapat penugasan dari pemerintah untuk melaksanakan Program BPBL tahun ini. Dalam eksekusinya, PLN berkoordinasi dengan berbagai pihak serta menyiapkan infrastruktur teknologi informasi sebagai pendukung program tersebut. “Untuk menjalankan penugasan ini kami telah menyiapkan sistem informasi yang dibutuhkan,” ucap Direktur Retail dan Niaga PT PLN Edi Srimulyanti.

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait