Warga Kolaka dan Gowa Nikmati Instalasi Listrik Gratis

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Sulawesi.
Shabrina Paramacitra
31 Desember 2022, 19:11
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Sulawesi.
ANTARA FOTO/Jojon/nym.

Has merupakan satu dari sekian banyak warga Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang mendapatkan Bantuan Pasang Listrik Baru (BPBL). Perempuan 45 tahun itu mendapatkan fasilitas pemasangan listrik di rumahnya, belum lama ini.

“Berpuluh-puluh tahun kami memakai pelita. Dua tahun lalu mulai menyalur ke kemenakan. Sekarang sudah dua bulan dipasang (instalasi) listrik sendiri,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (31/12/2022).

Warga Desa Rantelimbong, Kecamatan Lasusua, itu mengatakan, dulu ia mesti membeli minyak tanah Rp 20 ribu per liter untuk pemakaian satu minggu. Namun, sejak ia mempunyai instalasi sendiri di rumahnya, belum sekali pun Has mengisi ulang token listrik.

Perempuan yang sehari-seharinya bekerja mencari kelapa untuk bahan pembuatan minyak ini senang mendapatkan BPBL. “Betul-betul gratis, saya tak bayar seratus rupiah pun,” ujarnya.

Advertisement

Tak jauh berbeda, warga Kabupaten Gowa, Abd Rahman, sebelumnya juga menyambung listrik. Ia mendapatkan sambungan setrum dari rumah mertua yang berada di samping rumahnya. Namun, sekarang ia sudah memiliki listrik sendiri. 

“(Sebelumnya) penggunaan listrik dijatah, tidak bisa sepanjang waktu. Dengan adanya BPBL, kami sekeluarga menjadi bebas menggunakan air dan peralatan elektronik tanpa batasan waktu,“ ungkap pria yang bekerja sebagai sopir itu.

Penerima BPBL merupakan rumah tangga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), berdomisili di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), dan/atau layak menerima BPBL berdasarkan validasi kepala desa atau pejabat yang setingkat.

Fasilitas yang diterima yaitu instalasi listrik rumah berdaya 450 volt ampere (VA), tiga titik lampu, satu kotak kontak, pemeriksaaan dan pengujian instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan token listrik perdana senilai Rp 20 ribu.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, menuturkan target Program BPBL tahun ini telah terlampaui. Dari 80.000 sasaran rumah tangga, telah tersambung listrik untuk 80.183 rumah tangga. Di Sultra, Kementerian ESDM telah menyalurkan BPBL kepada 1.046 rumah tangga. Sementara di Sulawesi Selatan, jumlah rumah tangga penerima BPBL adalah sebanyak 3.860.

Tahun depan, Program BPBL akan berlanjut dengan target 83.000 rumah tangga di 32 provinsi. Menurut Wanhar, selain meningkatkan rasio elektrifikasi, BPBL juga dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menilai BPBL sangat bermanfaat. Menurutnya, pada era digitalisasi, ketersediaan listrik adalah hal yang sangat vital, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki akses ketenagalistrikan.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Sulsel, Sultra dan Sulawesi Barat, Andy Adchaminoerdin, mengungkapkan Program BPBL merupakan implementasi konsep energi yang berkeadilan. “PLN yang memegang mandat untuk melistriki hingga ke pelosok negeri, siap menjalankan amanat yang diberikan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Rusda Mahmud, mengungkapkan bahwa realisasi BPBL adalah hasil sinergi antarpihak. “Program BPBL ini kolaborasi kita (DPR RI) dengan (Kementerian) ESDM karena kita memiliki fungsi anggaran,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap agar desa yang belum mendapatkan jaringan listrik segera difasilitasi pemasangan listriknya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait