Kinerja Keuangan BUMN Menguat

Di tengah kondisi perekonomian yang menantang, BUMN mencatatkan kinerja keuangan yang moncer pada kuartal III-2022. Transformasi di BUMN akan dilanjutkan tahun ini dengan empat agenda prioritas.
Shabrina Paramacitra
Oleh Shabrina Paramacitra - Tim Publikasi Katadata
9 Januari 2023, 18:11

Kinerja badan usaha milik negara (BUMN) per kuartal III-2022 tercatat positif. Laba konsolidasian, pendapatan usaha, total ekuitas dan aset BUMN meningkat secara tahunan.

Di sisi lain, kontribusi BUMN untuk negara juga meningkat. Hal itu terlihat dari kontribusi BUMN yang pada periode 2017-2019 tercatat senilai Rp1.130 triliun, naik menjadi Rp1.198 triliun pada 2020 hingga kuartal III-2022. Ini menunjukkan pertumbuhan kontribusi dari BUMN untuk negara sebanyak Rp68 triliun semasa pandemi COVID-19.

Sementara itu, tingkat utang dibanding investasi tertanam pada BUMN tercatat menyusut 4,6 persen. Pada 2020, rasio utang BUMN tercatat masih sebesar 38,6 persen. Kemudian, pada kuartal III-2022 rasio tersebut menurun pada posisi 34 persen.

Kinerja ini, menurut Menteri BUMN Erick Thohir, menghapus citra bahwa perusahaan pelat merah kerap berutang. “Walau dalam tekanan pada masa pandemi, kinerja BUMN menguat signifikan pada triwulan ketiga tahun 2022. Stigma BUMN tukang ngutang juga kita patahkan,” katanya.

Tahun ini, Kementerian BUMN akan melanjutkan agenda transformasi. Menurut Erick, ada empat poin utama yang akan dijalankan dalam rencana tersebut.

Pertama, mem-blacklist atau menggolongkan dalam “daftar hitam” komisaris dan direksi BUMN yang punya rekam jejak buruk dalam mengelola BUMN, dan tersangka/terdakwa dinyatakan bersalah merugikan perusahaan dan/atau keuangan negara. Kedua, menyederhanakan 45 peraturan dan keputusan menteri menjadi 3 peraturan menteri.

Selanjutnya, membuat peta jalan Kementerian BUMN periode 2024-2034. Terakhir, menguatkan tata kelola investasi dana pensiun BUMN. “Berbagai terobosan, konsolidasi, perbaikan sistem, memperkuat kepemimpinan, menjadi kunci dan bekal transformasi yang berkelanjutan,” pungkas Erick.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.