Taman Nasional, Kawasan Konservasi dengan Beragam Fungsi

Taman nasional merupakan tempat pelestarian alam dengan berbagai fungsi mulai dari penelitian, pendidikan, sampai tempat wisata.
Image title
18 Oktober 2021, 19:46
Pemandangan alam di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), di Manggarai Barat, NTT, Selasa (20/1/2020). Menurut Balai TNK, jumlah kunjungan wisatawan sejak Desember 2019 hingga pertengahan Januari 2020 mengalami penurunan dari biasanya 600 wisatawan per ha
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Pemandangan alam di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), di Manggarai Barat, NTT.

Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia harus dijaga dan dilestarikan. Upaya pelestarian dilakukan melalui kawasan konservasi. Ada banyak jenis kawasan konservasi, salah satunya taman nasional.

Menurut data yang tercantum dalam “Statistik Ditjen KSDAE 2”, pada tahun 2018 ada 54 taman nasional yang tersebar di berbagai daerah. Luas kawasan konservasi tersebut yaitu 16.224.801,17 hektare.

Pengertian Taman Nasional

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola dan dimanfaatkan untuk kegiatan pengetahuan, pendidikan, pelatihan, rekreasi, dan pariwisata.

Dalam Jurnal Antropologi Indonesia 29(3), definisi taman nasional yaitu kawasan untuk melestarikan ekosistem asli. Tempat ini dikelola menggunakan sistem zonasi dan biasanya digunakan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Advertisement

Pengertian tentang kawasan konservasi ini juga tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.56/Menhut-II/2006. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa taman nasional adalah kawasan pelestarian alam baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.

Peraturan tersebut juga menjelasakan terkait sistem zonasi taman nasional. Ada empat zona taman nasional yang terdiri atas:

  1. Zona inti
  2. Zona rimba; zona perlindungan bahari untuk daerah perairan.
  3. Zona pemanfaatan
  4. Zona lain yang terdiri dari zona tradisional, rehabilitasi, religi budaya dan sejarah, serta zona khusus.

Fungsi Taman Nasional

Zonasi taman nasional ternyata menentukan fungsi dari taman nasional. Berdasarkan penjelasan dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.56/Menhut-II/2006, berikut ini beberapa fungsi taman nasional berdasarkan zona-nya.

Zona Inti

  1. Melindungi ekosistem.
  2. Mengawetkan flora dan fauna khas beserta habitatnya dari gangguan dan perubahan.
  3. Sumber platfah nutfah dari tumbuhan dan satwa liar.
  4. Berfungsi untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan penunjang budidaya.

Zona Rimba

  1. Mengawetkan dan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan.
  2. Keperluan penelitian.
  3. Pendidikan konservasi.
  4. Wisata terbatas.
  5. Habitat satwa migran.
  6. Menunjang budidaya.
  7. Mendukung zona inti.

Zona Pemanfaatan

  1. Mengembangkan pariwisata alam dan rekreasi.
  2. Sebagai media pendidikan.
  3. Penelitian dan pengembangan yang memberikan pemanfaatan.
  4. Untuk menunjang budidaya.

Zona Tradisonal

Berdasarkan zona tradisional, fungsi taman nasional dapat dimanfaatkan masyarakat setempat secara lestari melalui peraturan dan pemanfaatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Zona Rehabilitasi

Fungsi dari kawasan konservasi ini yaitu untuk mengembalikan ekosistem area yang rusak menjadi atau mendekati kondisi ekosistem alami.

Zona Religi

  1. Melindungi nilai hasil karya, budaya, sejarah, arkeologi atau keagamaan.
  2. Tempat penelitian
  3. Pendidikan dan wisata sejarah.
  4. Arkeologi dan religius.

Zona Khusus

  1. Sarana menunjang kehidupan.
  2. Sarana telekomunikasi.
  3. Fasilitas transportasi dan listrik.

Sementara itu dalam eprints.undip.ac.id, fungsi utama taman nasional sebagai berikut:

  1. Menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi sistem penyangga kehidupan.
  2. Melindungi keanekaragaman jenis dan mengupayakan manfaat sumber plasma nutfah.
  3. Sarana penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan latihan.
  4. Tempat wisata alam dan pelestarian budaya setempat.
  5. Pengembangan daerah.

Taman Nasional Indonesia

Taman nasional di Indonesia ada 54 yang tersebar di beberapa daerah. Berikut ini beberapa taman nasional yang ada di Indonesia.

1. Taman Nasional Gunung Leuser

Taman nasional ini terletak di Aceh, Sumatera Utara. Mengutip dari gunungleuser.or.id, kawasan ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Belanda pada tahun 1920-an. Kawasan ini diresmikan pada 6 Maret 1980 melalui SK Menteri Pertanian Nomor 811/Ktps/Um/II1980.

Masih melansir dari gunungleuser.or.id, vegetasi kawasan konservasi ini termasuk flora Sumatera dan berkaitan dengan flora di Semenanjung Malaysia, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, dan Filipina. Untuk fauna di Gunung Leuser terdiri dar mamalia, burung, reptil, ampibi, ikan, dan invertebrata.

Dari laman resmi Taman Nasional Gunung Leuser juga diterangkan bahwa di kawasan ini ada beberapa satwa kunci seperti harimau sumatera, gajah sumatera, orang utan sumatera, dan badak sumatera.

2. Taman Nasional Kepulauan Seribu

Kawasan konservasi ini berada di Provinsi DKI Jakarta. Mengutip dari simpulseribu.id, Taman Nasional Kepulauan Seribu tersusun atas eksistem pulau kecil dan perairan laut dakal. Dalam kawasan ini terdapat 78 pulau sangat kecil, 86 gosong pulau, dan 2.136 hektare hamparan laut dangkal pasir karang pulau.   

Tempat ini memiliki potensi sumber daya alam berupa keindahan laut dengan ekosistem karang yang unik. Selain terumbu karang ada juga ikan hias, ikan konsumsi, echinodermata, crustacea, molusca, penyu, tumbuhan laut, tumbuhan darat, mangrove, padang lamun yang menjadi daya tarik di tempat ini.

Taman Nasional Kepulaan Seribu menjadi habitat penyu sisik yang dilindungi. Upaya untuk melindungi hewan langka tersebut yaitu dengan melindungi tempat peneluran dan mengembangkan pusat penetasan, pembesaran, dan pelepasliaran.

3. Taman Nasional Gunung Rinjani

Mengutip dari laman rinjaninationalpark.id, awalnya kawasan ini merupakan Suaka Marga Satwa berdasarkan ketetapan Gubernur Hindia Belanda tahun 1941. Kemudian pada tahun 1990 diumumkan sebagai Taman Nasional Gunung Rinjani melalui Surat Pernyataan Menteri Kehutanan No. 448/Menhut-VI/1990.

Taman nasional ini memiliki potensi wisata dari segi flora dan fauna serta objek wisata lainnya. Flora dan Fauna yang terdapat di kawasan ini antara lain celepuk rinjani, monyet, elang flores, dan bunga anggrek.

Sedangkan objek wisata yang bisa dikunjungi antara lain Air Terjun Panas Danau Segara Anak, Savana Propok Sembalun, Gunung Baru Jari, dan Air Terjun Penumbungan.

4. Taman Nasional Komodo

Taman nasional ini berdiri pada 6 maret 1980 dan menjadi taman nasional tertua di Indonesia. Luasnya sekitar 173.000 hektare yang terdiri dari wilayah terestrial dan perairan.

Di Taman Nasional Komodo terdapat tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Selain itu ada juga pulau kecil seperti Pulau Gili Motang dan Pulau Nusa Kode.

Melansir dari ksdae.menlhk.go.id, kawasan ini menjadi habitat dari biawak komodo. Selain itu ada juga 32 mamalia, 128 burung, dan 37 reptil yang hidup di tempat ini.

Komodo bukanlah satu-satu hewan yang dilindungi di taman nasional ini. Sebab ada 25 spesies hewan darat dan burung yang juga dilindungi hidup di kawasan ini.  

Taman Nasional Komodo juga memiliki beberapa ekosistem seperti hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Diketahui terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ada di sana.

Area bawah laut taman nasional ini semakin lengkap dengan kehadiran lebih dari 1.000 spesies ikan didalamnya. Bagi pecinta olahraga air, di tempat ini ada kurang lebih 57 lokasi penyelaman yang bisa Anda coba.

Taman Nasional Komodo merupakan destinasi wisata andalan di daerah tersebut. Sayangnya semenjang pandemi jumlah pengunjung di tempat itu mengalami penurunan hingga 76%. Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penutupan aktivitas untuk mencegah penularan Covid-19.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait