Sebuah kapal dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz pada Minggu (13/9). Insiden itu menambah kekhawatiran terhadap ancaman yang berkaitan dengan Iran terhadap pasokan energi global.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan empat kapal tanker minyak mentah diserang di Teluk Oman. Satu kapal lainnya menjadi sasaran di dekat Pulau Kharg, Teluk Persia.
Harga minyak Brent naik 0,3% menjadi US$ 95,76 per barel pada pukul 09.04 waktu Singapura. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,4% menjadi US$ 91,65 per barel.
Harga minyak telah naik lebih dari 45% sepanjang tahun ini. Hal ini terjadi setelah konflik enam bulan yang dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari menghambat pengiriman minyak dari Teluk Persia
Kontrak berjangka minyak WTI, yang menjadi acuan harga minyak AS, turun sekitar 1,3% menjadi US$ 85,93 per barel. Harga minyak mentah Brent, acuan internasional, turun menjadi US$ 93,22 per barel.
Pemimpin baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak ikut dalam upaya Amerika Serikat (AS) menekan perekonomian Teheran.
Trump juga mengklaim pembicaraan informal sedang berlangsung dengan Garda Revolusi Iran (IGRC), namun ia "tidak terburu-buru" untuk mencapai kesepakatan.
Keterlibatan Arab Saudi dalam perang Iran patut diperhatikan karena kerajaan tersebut sebelumnya menolak untuk sepenuhnya terlibat dalam konflik Timur Tengah baru-baru ini.
Amerika Serikat (AS) tidak lagi melancarkan serangan udara baru ke Iran pada Minggu (26/7), menghentikan sementara operasi militer yang telah berlangsung hampir lima bulan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, menegaskan dukungan Beijing kepada Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (21/7) menyatakan militernya segera melancarkan serangan terhadap area Pickaxe Mountain (Gunung Beliung) di Iran.
Ibrahim menilai pelemahan rupiah juga dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih berada di bawah level 5% pada kuartal II-2026.
Harga minyak acuan dunia naik untuk hari ketiga berturut-turut, setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam untuk melancarkan serangan lanjutan ke Iran.
Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke Qatar, Bahrain, Kuwait, Oman, Yordania, dan UEA pada Minggu (12/7). Serangan kali ini memperluas operasi militer Teheran di Teluk.
Teheran pada Minggu (12/7) ini mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Sementara AS menyatakan melancarkan serangan baru ke Iran.