Profil Ahmad Riza Patria, Politikus Gerindra yang Jadi Wagub DKI

Ahmad Riza Patria telah lama bergabung dengan Gerindra dan sempat terjerat kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemilu 2004.
Image title
6 April 2020, 15:32
ahmad riza patria, ahmad riza patria wagub dki, gerindra
www.ahmadrizapatria.com
Ahmad Riza Patria, politikus Gerindra yang terpilih sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Elit Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Riza Patria terpilih untuk menduduki kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta. Ia memenangkan suara mayoritas dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/4).

Riza diumumkan sebagai salah satu calon wagub pada 20 Januari lalu. Kala itu, partainya juga mengusung kandidat lain, yaitu Arnes Lukman, Saefullah, dan Ferry J. Yuliantoro.

Dalam memperebutkan kursi Wagub DKI Jakarta, Gerindra bersaing dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai berlambang Ka’bah ini menyalonkan Nurmansjah Lubis, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Jabatan wakil gubernur ibu kota kosong hampir dua tahun setelah ditinggalkan Sandiaga Salahudin Uno. Sandi memilih lengser sebagai wagub agar dapat yang maju sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

(Baca: Riza Patria Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno)

Profil Ahmad Riza Patria

Ahmad Riza Patria berasal dari Banjarmasin, lahir pada 17 Desember 1969. Mengutip dari Wiki DPR, ia berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III, yang meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.

Menurut situs pribadinya, ahmadrizapatria.com, Riza menjadi anggota legislatif sejak 2014. Ia pertama kali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi II DPR. Lalu, ia sempat pindah ke Komisi V DPR.

Selain di DPR, Riza juga menduduki posisi strategis di MPR. Pada periode 2014-2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra di MPR. Jabatan tersebut kemudian naik menjadi Ketua pada periode 2019-2024.

(Baca: Soal Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno: Jangan ‘Baper’)

Di partai yang menaunginya, Riza telah aktif menjadi anggota sejak 2008. Ia pernah menduduki posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra pada 2008 hingga 2015.

Riza pun sering dipercaya membantu partainya dalam memenangkan kontestasi politik. Pada pemilihan umum (Pemilu) 2014 dan 2019, ia salah satu anggota tim pemenangan Prabowo.

Selain di politik pemerintahan, Riza juga aktif memimpin banyak lembaga dan organisasi, terhitung sejak tahun 1987 hingga sekarang. Saat ini, Ia aktif menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jendral Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), serta Ketua DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kedua jabatan tersebut diembannya sejak 2016.

(Baca: Tak Undang Jokowi ke HUT Gerindra, Prabowo: Acara Kecil-kecilan, Malu)

Latar belakang kelimuan Riza merentang dari teknik hingga ekonomi. Dilansir dari dpr.go.id, ia memiliki pendidikan terakhir yakni S2 Administrasi Bisnis di Institut Teknologi Banding (ITB) yang ditempuh pada 2004 hingga 2008. Sebelumnya, Riza juga menempuh pendidikan S1 Teknik Sipil di di Institut Teknologi Banding (ITB) pada 1989 hingga 1997.

Riza sempat menerapkan ilmunya dalam dunia industri. Tercatat, ia pernah menduduki kursi Komisaris dua perusahaan, yakni PT Indoproperti Galaraytama pada 2001 sampai 2015, dan PT Penta Derma Gala pada 1999 hingga 2010. Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi Direktur Utama dari PT Gala Ray Pratama dari 1999 hingga 2015 dan PT Gala Ariatama dari 1997 sampai 2015.

Melansir dari CNNIndonesia.com, Riza sempat terbelit kasus korupsi. Ia didakwa melakukan korupsi pengadaan barang dan jasa Pemilu 2004 rekannya di Gerindra, M Taufik. Total kerugian negara dari kasus ini diperkirakan mencapai Rp 29,8 miliar.

Palu hakim memberikan vonis bebas untuk Riza. Taufik sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.

Penulis: Nobertus Mario Baskoro

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait