Pemprov DKI Akui Alarm Peringatan Dini Tak Ada di Semua Titik Banjir

Image title
4 Januari 2020, 17:10
banjir 1 Januari 2020, banjir Jakarta, peringatan dini banjir, alarm banjir
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Warga membersihkan endapan lumpur pascabanjir yang melanda kawasan Kampung Pulo, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui tidak semua alarm peringatan dini terpasang di lokasi yang memiliki potensi banjir. Banjir yang terjadi di wilayah Serengseng, Jakarta Barat dan Setubabakan, Jakarta Selatan merupakan kejadian yang tak terduga. Hal ini seiring terjadinya hujan lebat yang terjadi pada 31 Desember hingga 1 Januari 2020 dini hari.

Namun demikian, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menjelaskan ratusan alarm peringatan dini yang telah terpasang berfungsi dengan baik. Adapun daerah yang telah terpasang antara lain Pintu Air Marina, Pasar Ikan, Pluit, dan Cideng.

"Alarm early warning sudah jalan loh. Tapi tidak semua titik. Saya juga baru tahu kalau hujan lebat kemarin menyebabkan daerah Serengseng tergenang," kata Dudi, saat ditemui dalam acara Polemik, di Jakarta, Sabtu (4/1).

(Baca: Soal Perdebatan Banjir, DPR Minta Pemerintah Fokus Tangani Korban)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengevaluasi sistem peringatan dini seperti yang terpasang di Bendung Katulampa. "Sistemnya sebetulnya sudah ada. Tapi kami akan evaluasi apakah masih berfungsi normal atau tidak," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya.

Soal antisipasi banjir Jakarta, pihak pemerintah provinsi mengaku telah melakukan hal tersebut sejak Desember lalu. Salah satunya dengan membenahi beberapa saluran air hingga membuang genangan air ke kali yang dangkal. Namun, pemprov tak bisa turut mengidentifikasi wilayah mana saja yang akan tergenang air saat hujan ekstrem turun.

Contohnya, daerah di dekat Kampus Atmajaya. Ketika terdapat genangan air bisa langsung dilimpahkan ke Kali Krukut, sehingga cepat surut. Namun, hujan yang terjadi pada malam tahun baru kemarin, Dudi mengatakan di luar dugaan.

Banyaknya debit air hujan menjadi tak tertampung dan keluar dari saluran sehingga menyebabkan banjir. "Airnya keluar dari saluran. Dari Kali Krukutnya sudah meluap," ujar Dudi.

(Baca: BPBD: Banjir Mulai Surut, Kawasan Jakarta Barat Paling Terdampak)

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait