Ramai Ramalan Wanda Hamidah yang Dianggap Jadi Kenyataan

Netizen menganggap kicauan Wanda Hamidah pada 2014 adalah ramalan yang terbukti terjadi saat ini.
Image title
Oleh Sorta Tobing
15 Oktober 2019, 19:03
ramalan wanda hamidah, twitter wanda hamidah, wanda hamidah peramal ulung
ANTARA FOTO/PARAMAYUDA
Wanda Hamidah menerima keputusan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) yang memberhentikannya karena ia mendukung Jokowi-Jusuf Kalla, Selasa (16/9/2014).

Wanda Hamidah sudah tak aktif di media sosial Twitter sejak 2014. Tapi kicauannya pada tahun yang sama mendadak popular. Tanda pagar #WandaHamidahPeramalUlung sempat menjadi trending topic hari ini, Selasa (15/10).

Tweet Wanda pada 4 Juni 2014, menurut warganet, menjadi kenyataan. Ketika itu, ia memberi peringatan agar tidak lagi hidup di zaman Orde Baru yang otoriter.

Salah satu peringatannya berisi, “Nanti punya anak terus hilang enggak pulang-pulang karena mengkritisi pemerintahan.. baru nyesel.”

Warganet lalu mengaitkan kondisi itu dengan aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar sekolah menengah beberapa waktu lalu. Banyak dari demonstran itu yang ditangkap polisi berhari-hari sehingga para orang tua kesulitan mencari anak-anaknya.

Lalu, tweet Wanda soal “Jangan sampai nanti enggak bisa ngeritik lagi.. baru nyesel..” juga dikaitkan dengan situasi sekarang. Baru-baru ini tiga prajurit TNI dicopot jabatannya dan ditahan karena para istrinya mengomentari kejadian penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

(Baca: Gerindra dan Demokrat Berpeluang Besar Dapat Jatah Menteri)

Kalau dilihat secara keseluruhan, kicauan Wanda pada lima tahun lalu tersebut terjadi sebelum pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Ia menjadi pendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla, meskipun kader Partai Amanat Nasional.

Padahal PAN menjadi salah satu pengusung Prabowo Subianto menjadi calon presiden. Ketua umum partai politik berlambang matahari terbit ini, Hatta Rajasa, menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

Karena dukungannya tersebut, PAN akhirnya memecat perempuan yang sudah 16 tahun menjadi kader partai itu. Sebelum dipecat, Wanda merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta periode 2009-2014.

Pada Pemilu legislatif tahun ini, Wanda kembali berpolitik dan masuk ke Partai Nasional Demokrat. Perempuan kelahiran 21 September 1977 itu mencalonkan diri menjadi anggota DPR untuk daerah pemilihan Jakarta 1, yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri. Namun, ia tak lolos ke Senayan karena hanya mendapatkan 19.406 suara.

(Baca: Manuver Prabowo dan Koalisi Super Gemuk Jokowi)

Dari Model Sampai Instruktur Yoga

Wanda mengawali kariernya sebagai model untuk majalah remaja ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Selain seliweran di sampul majalah, wajahnya juga kerap muncul pada tayangan iklan televisi.

Ketika kuliah di Fakultas Hukum Universitas Trisakti ia aktif menjadi aktivis mahasiswa. Wanda merupakan salah satu saksi mata insiden penembakan mahasiswa Trisakti pada 1998 yang kemudian memicu kerusuhan di Jakarta.

Ia melanjutkan kuliahnya ke strata dua bidang kenotariatan Universitas Indonesia. Selain menjadi anggota partai politik, Wanda juga pernah membentuk organisasi Kelompok Studi Trisakti.

Kehidupan pribadi Wanda juga beberapa kali tersorot. Ia sempat menjadi pembicaraan media ketika berpacaran dengan presenter Raffi Ahmad. Lalu, pernikahan keduanya dengan Daniel Patrick Hadi Schultz yang usianya lebih muda 10 tahun pada 2015 lalu juga menyita perhatian.

Ibu empat orang anak itu sekarang lebih sering membagikan kesehariannya melalui akun Instagram @wanda_hamidah. Selain masih aktif di politik, Wanda juga mengisi waktunya dengan menjadi instruktur yoga, berolahraga menyelam, pilates, dan bola basket.

(Baca: Edhy Prabowo dan Sandiaga Uno Disebut Jadi Calon Menteri dari Gerindra)

Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait