Bekraf Bakal Bangun Kota Kreatif Seluas 15 Ribu Hektare

Kepala Bekraf Triawan Munaf enggan menyebutkan lokasi persisnya. Ia hanya berujar kota kreatif ini letaknya satu jam dari Jakarta.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
15 Juli 2019, 13:45
bekraf bangun kota kreatif
Arief Kamaludin | Katadata
Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, pembangunan kota kreatif seluas 15 ribu hektare akan mulai berlangsung tahun depan.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bakal segera merealisasikan pengembangan kota kreatif bertajuk Bekraf Creative District (BCD). Pembangunan kota kreatif ini merupakan salah satu amanat Presiden Joko Widodo dalam aturan Rancangan Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif 2018-2025.

Kepala Bekraf Triawan Munaf menyatakan, pembangunannya akan mulai berlangsung tahun depan. "Saya tidak sebut daerah, nanti harga tanah bisa naik, yang jelas sekitar satu jam dari Jakarta, jaraknya tidak lebih dari seratus kilometer," kata Triawan di Jakarta, Senin (15/7).

Dia mengungkapkan luas tanah Bekraf Creative Districk mencapai 15 ribu hektare yang bakal jadi pusat pengembangan ekonomi kreatif. Namun, enam subsektor ekonomi kreatif unggulan-fesyen, kuliner, kriya, film, musik, dan gim-bakal mendapat jatah masing-masing seribu hektare.

Triawan menjelaskan pengembangan kota kreatif tidak akan menggunakan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Bekraf pun bakal bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan swasta. Namun, dia tidak memberikan detail nilai investasi pembangunan.

Dia menekankan Bekraf sedang melakukan perencanaan bersama para pelaku usaha serta investor supaya rencana ini berjalan tepat sasaran kepada pengembangan subsektor ekonomi kreatif. "Rencananya tahun depan, sekarang sedang sosialisasi," ujarnya.

(Baca: 10 Daerah Kreatif Versi Bekraf, Tak Hanya Bali dan Jawa)

Menurut Triawan, perencanaan tata kota menjadi sangat penting karena setiap profesi dalam subsektor unggulan bakal mendapatkan fasilitas yang tepat. Contohnya, subsektor film akan ada pembangunan sekolah film sedangkan subsektor musik bakal tersedia sekolah musik.

Sebelumnya, pihak swasta juga sudah melakukan hal serupa. Sinar Mas Group, contohnya, pada 2017 membangun Digital Hub seluas 25,86 hektare di kawasan Bumi Serpon Damai (BSD) City, Banten. Tujuannya, untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi digital di Indonesia.

Digital Hub meniru konsep Silicon Valley, di Los Angeles, Amerika Serikat. Kawasan ini berisi perkantoran dan tempat beroperasinya perusahaan-perusahaan teknologi dan digital. Saat ini Apple sudah mendirikan pusat riset di sana.

(Baca: Bekraf Minta Kenaikan Anggaran di Tahun 2020)

Reporter: Michael Reily
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait