Pertamina Incar Cadangan Migas Baru di Perairan Selat Malaka

Harapannya, potensi akumulasi hidrokarbon di Perairan Selat Malaka, Aceh, ini bisa menjadi pengganti Lapangan Gas Arun.
Image title
9 Juli 2019, 15:56
eksplorasi migas pertamina
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi. Pertamina berinisiatif melakukan kegiatan eksplorasi melalui survei seismik dua dimensi (2D) di Perairan Selat Malaka, Aceh, sepanjang 1.800 kilometer.

Pertamina berinisiatif melakukan kegiatan eksplorasi melalui survei seismik dua dimensi (2D) di Perairan Selat Malaka, Aceh, sepanjang 1.800 kilometer. Upaya ini dalam rangka untuk menemukan cadangan migas baru.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Meidawati mengatakan, kegiatan seismik pada tahapan eksplorasi bertujuan untuk mengetahui gambaran bawah permukaan yang akan menjadi dasar pemodelan sistem petroleum. Dengan cara ini maka perusahaan dapat mengetahui lokasi akumulasi hidrokarbon beserta besar cadangannya.

"Kegiatan survei seismik ini merupakan langkah penting anak perusahaan PHE, yaitu PHE North Sumatera Offshore (NSO), yang terus berinovasi dan berkontribusi mendukung ketahanan energi nasional," ujar Meidawati berdasarkan keterangan tertulis Selasa (9/8).

(Baca: Pertamina Hulu Energi Mengebor 8 Sumur di Lapangan Batang Medio 2019)

Advertisement

Kegiatan seismik 2D laut itu melingkupi 2 kabupaten, yaitu Aceh Timur dan Aceh Utara. Lokasinya berbatasan langsung dengan perairan Thailand dan Malaysia. Harapannya, potensi akumulasi hidrokarbon di lokasi ini bisa menjadi pengganti Lapangan Gas Arun yang pernah berproduksi sekitar 460 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam kegiatan eksplorasi melalui survei seismik, PHE NSO bekerja sama dengan PT Elnusa Tbk. Selain merupakan salah satu wujud nyata sinergi antar anak perusahaan Pertamina, kerja sama ini sekaligus merupakan bukti keseriusan PHE NSO yang dikelola dengan kontrak produksi bagi hasil (production sharing contract/PSC) gross split untuk meningkatkan cadangan migas.

Rencananya survei seismik ini akan rampung pada Juli 2019. Selanjutnya, hasil seismik ini akan ditindaklanjuti dengan seismik processing, interpretation, dan modeling sehingga dapat digunakan dalam mengusulkan sumur pengeboran eksplorasi untuk peningkatan cadangan migas.

(Baca: Pertamina Hulu Energi Resmi Kelola Blok Migas Raja/Pendopo)

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait