Percepat Produksi Blok Sakakemang, Repsol akan Mengebor Sumur Kedua

Repsol berkomitmen mengembangkan penemuan sumur Kaliberau Dalam di Blok Sakakemang untuk mencapai produksi gas pertama dalam waktu tiga tahun.
Image title
9 Mei 2019, 13:25
Blok Sakakemang, Repsol, SKK Migas
Katadata
Ilustrasi blok migas. Repsol berencana mengebor sumur yang kedua di Blok Sakakemang, pada kuartal IV tahun ini.

Repsol berencana mengebor sumur yang kedua di Blok Sakakemang, pada kuartal IV tahun ini. Hal itu dilakukan guna mempercepat produksi blok migas yang berada di Wilayah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Pengembangan penemuan Kaliberau Dalam dipercepat dalam rangka memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang dari perekonomian Indonesia," ujar dalam keterangan resmi yang dikeluarkan perusahaan pada Rabu (8/5).

Repsol mengungkapkan potensi cadangan gas baru Blok Sakakemang mencapai dua triliun kaki kubik (TCF). Blok migas ini termasuk dalam area giant discovery dan merupakan temuan cadangan gas terbesar keempat di dunia sepanjang 2018-2019.

Perusahaan berkomitmen untuk pengembangan lebih lanjut penemuan sumur Kaliberau Dalam di Blok Sakakemang dalam rangka mempercepat produksi untuk dapat memenuhi kebutuhan energi domestik

Repsol yakin pengembangan lapangan gas ini akan memberikan manfaat untuk perekonomian lokal dan regional dengan meningkatkan pasokan bahan bakar rendah karbon untuk penggunaan industri, termasuk pembangkit tenaga listrik.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah Indonesia, Repsol dan mitra kerjanya berharap dapat mencapai gas pertama dalam waktu tiga tahun, jauh lebih cepat daripada proyek-proyek serupa yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya.

(Baca: SKK Migas Ingin Kebut Produksi Blok Sakakemang)

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar sebelumnya mengatakan, pemerintah akan membantu Repsol agar produksinya dapat dipercepat. Wilayah Sakakemang letaknya berdekatan dengan beberapa wilayah kerja migas lainnya, seperti Blok Corridor. Kondisi ini dapat mempermudah aktivitas produksi karena bisa diintegrasikan dengan menggunakan fasilitas yang sudah terbangun.

Dengan memakai fasilitas yang sudah ada, diharapkan membantu perusahaan dalam hal efisiensi waktu dan biaya. "Kalau kami bisa bantu early production-nya, infrastruktur, dan lain-lain, kami harapkan lebih cepat di bawah lima tahun (produksinya)," ujar Arcandra beberapa waktu lalu.

Wakil Kepala SKK Migas Sukandar menyatakan, di South Sumatera sudah ada pipa gas. “Ada 30 inci, 32 inci, dan seterusnya sehingga cukup dekat untuk dialirkan (dari Sakakemang),” katanya. Jarak sumur produksi dengan sumur discovery hanya sekitar 25 kilometer sehingga bukan pekerjaan sulit untuk mempercepat produksi Sakakemang dalam tiga tahun.

Hasil dari produksi itu, menurut Sukandar, bisa dialirkan untuk pabrik pupuk dan Kilang Dumai. “Namun, kami masih lihat potensinya, termasuk konsumen industri di Jawa Barat karena sudah ada pipa dari Selat Sumatera milik PGN,” ujar Sukandar.

(Baca: Blok Sakakemang, Temuan Gas Terbesar ke-4 Dunia dalam Dua Tahun)

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait