Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5%, Prabowo: Ndasmu

Prabowo juga menyindir pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah. Menurut dia, banyak proyek dilipatgandakan sehingga merugikan rakyat.
Image title
7 April 2019, 11:45
Prabowo Subianto menyampaikan orasi dalam acara kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta (7/4). Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan hasil hitungan jumlah orang yang hadir di kampanye akbarnya hari ini. Dia menyatakan jumlah massa kampanye di
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Prabowo Subianto menyampaikan orasi dalam acara kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta (7/4). Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan hasil hitungan jumlah orang yang hadir di kampanye akbarnya hari ini. Dia menyatakan jumlah massa kampanye di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan sekitarnya ini sebanyak sejuta lebih orang.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sindirannya kepada pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5%. Ia meragukan angka itu karena masih banyak masyarakat yang berada di garis kemiskinan.

"(Pertumbuhan ekonomi) 5%, ndasmu," kata Prabowo saat melakukan orasi dalam acara Kampanye Akbar yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (7/4).

Prabowo mengatakan, harga-harga kebutuhan di Indonesia memang terkendali dan kemiskinan menurun setiap tahunnya. Namun, sambil tertawa, dia melanjutkan dengan berkata, "Menurun (kemiskinannya) dari kakek ke cucu," katanya yang disambut gelak tawa pendukungnya yang hadir memenuhi SUGBK.

(Baca: Orasi Kampanye, Prabowo Janji Turunkan Tarif Listrik dalam 100 Hari )

Advertisement

Pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan oleh pemerintahan saat ini, juga tak lepas dari sindirannya. Dia menyebut, pemerintah saat ini membangun proyek infrastruktur dengan harga yang dilipatgandakan sehingga merugikan rakyat.

Tidak hanya itu, dia pun menyoroti soal banyaknya pengangguran di Indonesia. Dia pun menyindir program saingannya, yaitu Pasangan Calon nomor 01 Joko Widodo dan Maaruf Amin yang akan mengeluarkan Kartu Prakerja. "Bung, kita butuh pekerjaan, bukan kartu," kata Prabowo yang disambut pendukungnya.

Prabowo mengaku sudah muak dengan kondisi di Indonesia yang banyak terjadi kasus korupsi. Dia menggambarkan, situasinya sudah sangat parah, seperti penyakit kanker dengan stadium empat. "Ini bukan republik yang saya bela, bukan republiknya Bung Karno dan Bung Hatta dan pendiri-pendiri bangsa. Ini republik yan sudah dirampok," katanya.

(Baca: Kampanye Akbar, Sandiaga Janji Selesaikan Masalah Ekonomi Indonesia)

Dia pun menyebut, kekayaan Indonesia yang bocor ke luar negeri mencapai Rp 2.000 triliun. Hal itu berdasarkan ungkapan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, sebelumnya, Prabowo mengaku memperkirakan kekayaan Indoensia yang bocor ke luar negeri hanya Rp 1.000 triliun.

"Bayangkan lima tahun lagi yang hilang bisa Rp 10 ribu triliun (Rp 10 kuadriliun). Bayangkan, negara bisa membangun apa (dari kebocoran tersebut), berapa pabrik yang bisa dibangun," katanya.

Sandiaga janji selesaikan isu ekonomi

Pasangan Prabowo, Sandiaga Uno, sebelumnya melakukan orasi di lokasi yang sama. Ia menjanjikan pasangan nomor urut 02 dapat menyelesaikan masalah ekonomi yang terjadi di Indonesia.

“Ayo siap bergerak pada 17 April. Kita ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), singkatan Tusuk Prabowo-Sandi,” katanya. “Mau cari kerja, jawabannya tusuk Prabowo-Sandi. Mau harga terjangkau, tusuk Prabowo-Sandi.”

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait