Kelebihan Pasokan PLN Belum Bisa Topang Kebutuhan Mobil Listrik

Image title
4 April 2019, 16:13
PLN
Arief Kamaludin|KATADATA

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi menilai listrik Indonesia belum bisa menopang kebutuhan energi untuk mobil listrik meski PLN mengalami surplus listrik di Pulau Jawa.

Menurut dia, sistem kelistrikan harus dipersiapkan agar tidak kekurangan daya listrik pada malam hari. "Kelebihan listrik PLN sementara ini tidak bisa untuk industri mobil listrik besar-besaran," kata Rinaldy, di Jakarta, Kamis (4/3).

Ia mencontohkan di negara maju, seperti Amerika Serikat, konsumsi listriknya tidak begitu tinggi di siang hari. Pada malam, terjadi lonjakan pemakaian listrik. Salah satu penyebabnya, karena banyak mobil melakukan pengisian.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sebelumnya mengungkapkan sudah saatnya sektor transportasi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan beralih menggunakan listrik. "Kendaraan listrik ini perlu. Mending kembangkan ini daripada meningkatkan produksi minyak," ujarnya pada Senin lalu.

(Baca: Jonan: Lebih Baik Mobil Listrik Ketimbang Genjot Produksi Minyak)

Menurut Jonan upaya meningkatkan produksi minyak memerlukan waktu yang sangat panjang. Sebelum 1998, kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber minyak baru membutuhkan waktu tujuh tahun. Sekarang, waktu yang dibutuhkan lebih panjang, mencapai 15 tahun. Banyak kendala yang dihadapi kontraktor migas, salah satunya aturan di sektor migas yang menyulitkan, terutama di daerah.

Sementara itu, pengembangan kendaraan listrik bisa dilakukan lebih cepat. Dengan mengembangkan kendaraan listrik, konsumsi BBM bisa ditekan. Penggunaan kendaraan listrik juga dapat mengurangi polusi akibat sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin kendaraan.

Surplus listrik Jawa-Bali

General Manager PLN Disjaya Muhammad Ikhsan Asaad sebelumnya mengatakan, kemampuan listrik PLN dalam menunjang keberadaan mobil listrik sangat memadai. Apalagi akan ada tambahan daya dari pembangkit 35 ribu megawatt yang secara bertahap mulai dirampungkan. "Bahkan kami bisa sebut saat ini masih ada surplus listrik untuk Jawa-Bali sebesar 8.000 megawatt," kata dia.

(Baca: PLN Gaet Damri dan Jakpro Bangun Stasiun Pengisian Listrik di Bandara)

(Baca: Pembangunan Stasiun Pengisian Listrik di Jakarta Lampaui Target)

Ikhsan juga merinci kebutuhan listrik untuk transportasi lainnya tidak terlampau besar. Misalnya, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang memerlukan pasokan listrik 100 megawatt, Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading - Velodrome sebesar 28 megawatt, serta LRT Cawang - Cibubur sebesar 50 megawatt.

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait