Menperin Harap Lulusan Apple Academy Bisa Rebut Pasar Digital

Image title
12 Maret 2019, 18:37
Airlangga
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan pada 2030, Indonesia akan membutuhkan 17 juta orang yang bekerja di bidang ekonomi digital. Dari jumlah tersebut, sebanyak empat persen akan bekerja di sektor manufaktur dan sisanya di jasa industri.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap lulusan pertama Apple Developer Academy dapat merebut pasar digital. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam menghadapi industri 4.0.

Menurut dia, sektor digital seperti perdagangan elektronik (e-commerce) dapat menjadi potensi bagi para lulusan akademi Apple. "E-commerce di Indonesia masih terus berkembang, ada potensi di sana. Jadi rebutlah pasar itu," kata dia dalam wisuda angkatan pertama Apple Developer Academy di BSD City, Tangerang Selatan, Selasa (12/3).

Saat ini Indonesia memiliki 30 juta orang yang menjadi konsumen e-commerce, baik yang menjual maupun membeli produk dengan menggunakan teknologi digital. Bahkan, nilai potensi pasarnya diproyeksikan dapat terus bertumbuh dari US$ 8 miliar (Rp 114,2 triliun) menjadi US$ 20 miliar (Rp 285,4 triliun) pada tahun 2022.

(Baca: Sri Mulyani: Butuh Banyak Waktu Agar Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0)

Selain itu, Airlangga menyebutkan pada 2030, Indonesia akan membutuhkan 17 juta orang yang bekerja di bidang ekonomi digital. Dari jumlah tersebut, sebanyak empat persen akan bekerja di sektor manufaktur dan sisanya di jasa industri.

Oleh karena itu, ia berharap lulusan akademi Apple dapat memperluas pasar ekspor dengan menciptakan produk yang bernilai tambah. Dengan demikian, semakin banyak lulusan yang mampu mengembangkan aplikasi iOS dan ekonomi berbasis digital hingga ke seluruh dunia.

Sebagai informasi, pendirian akademi ini bagian dari proposal Apple untuk memenuhi ketentuan regulasi mengenai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Dalam proposalnya, PT Apple Indonesia memilih skema penghitungan TKDN berbasis pada pengembangan inovasi dengan nilai total investasi sebesar US$ 44 juta atau sekitar Rp 627,9 miliar dengan jangka waktu tiga tahun, terhitung sejak tahun 2017.

(Baca: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Insentif Pajak Jumbo Segera Diluncurkan)

Apple Indonesia juga akan meresmikan Apple Developer Academy yang kedua di Surabaya, dan yang ketiga di Nongsa Digital Park, Batam pada tahun 2019.

Sebanyak 70 perusahaan dari berbagai macam sektor sudah datang ke akademi Apple. "Mereka menghendaki talent-talent di sini segera dipekerjakan, sehingga demand-nya semakin tinggi. Lulusan ini juga didorong menjadi entrepreneur," ujarnya.

Apple Academy Lahirkan iOS Engineer

Pelaku fintech payment gateway DOKU (PT Nusa Satu Inti Artha) turut mengapresiasi akademi Apple tersebut. Senior Vice President (SVP) of Human Capital DOKU Trisna Kumala mengatakan kini perusahaannya memiliki lima orang iOS engineer setelah mengirimkan karyawannya untuk mengenyam pelatihan di akademi tersebut.

"iOS engineer saat ini belum banyak. Oleh karena itu kami kirimkan karyawan untuk ikut Apple Academy. Saat ini saya punya lima iOS engineer," kata dia kepada Katadata.co.id.

Karyawan yang mengikuti program ini belajar selama Sembilan bulan. Harapannya, para lulusan Apple Academy dapat mengurangi hambatan dalam sistem iOS. Dengan demikian, aplikasi dalam sistem iOS dapat beroperasi dengan baik.

Sebelum Apple Academy berdiri di Indonesia, para karyawan mempelajari sistem iOS melalui buku online secara otodidak. "Jadi mereka harus membaca dan memberi input ke temannya," ujarnya.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait