Belanja Modal Indika Tahun Ini Naik 84%

Mayoritas capex untuk membangun terminal bahan bakar minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Image title
28 Februari 2019, 12:41
No image
Ilustrasi tambang batu bara.

PT Indika Energy Tbk menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar US$ 300 juta (sekitar Rp 4,2 triliun) atau meningkat sekitar 84% dari 2018. Peningkatan modal ini disebabkan adanya diversifikasi usaha yang dilakukan perseroan.

Head of Corporate Communication Indika Energy Leonardus Herwindo mengatakan bahwa perseroan sedang mendiversifikasikan usaha dengan membangun terminal bahan bakar minyak (BBM) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pembangunannya sudah direncanakan dari tahun lalu, dan akan dilanjutkan pada 2019.

"Peningkatan capex di 2019 karena adanya pembangunan fuel storage. Saat ini baru yang pertama, di Balikpapan," kata dia, kepada Katadata.co.id, Kamis (28/2).

Proyek tersebut akan dilakukan oleh anak usaha Indika, yaitu PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KTGE), dan bekerja sama dengan ExxonMobil. Kapasitas penyimpanannya sebesar 100 juta liter. Tahun depan targetnya pembangunan terminal BBM ini rampung.

Advertisement

Jika sudah beroperasi, KGTE akan mengoperasikan terminal penyimpanannya. Perusahaan kemudian mengirimkan bahan bakarnya untuk ExxonMobil. Kontrak kerja sama ini bernilai US$ 108 juta untuk jangka waktu 20 tahun, dengan opsi perpanjangan 10 tahun. Sumber minyak terminal akan berasal dari wilayah Asia Pasifik, seperti Singapura dan Thailand.

Leo mengatakan, belanja modal tahun ini mayoritas untuk proyek terminal BBM dengan total US$ 175 juta. Lalu, alokasi sebesar US$ 90 juta untuk anak usahanya yang bergerak di bidang jasa pertambangan, rekayasa dan manajemen proyek, serta layanan minyak dan gas bumi, yaitu PT Petrosea Tbk.

(Baca: Kideco Kucurkan Dana Eksplorasi untuk 15 Lubang Tambang Batu Bara)

Sisa capex lainnya akan ditujukan untuk pengembangan anak usaha lainnya, yaitu Kideco Jaya Agung, Multi Tambangjaya Utama, Santan batubara, Mitra Energi Agung, Indika Energy Trading, Tripatra, Mitrabahtera Segara Sejati, Cirebon Electric Power, Indika Logistic and Support Services, dan Kuala Pelabuhan Indonesia.

Tahun lalu Indika juga melakukan diversifikasi bisnis. Perusahaan mendirikan anak usaha baru yang bernama PT Indika Mineral Investindo. Perusahaan ini bergerak dalam bidang  konsultasi bisnis dan aktivitas penunjang pertambangan lainnya.

 

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait