Dexamethasone, Obat Murah yang Dapat Sembuhkan Pasien Covid-19

Dexamethasone terbukti ampuh untuk pasien Covid-19, terutama yang dalam kondisi kritis dan mengalami gangguan pernapasan.
Image title
18 Juni 2020, 10:52
dexamethasone, deksametson, harga dexamethasone, apa itu dexamethasone, obat covid-19, who, universitas oxford
ANTARA FOTO/REUTERS/cnsph
Ilustrasi perawatan pasien virus corona. Para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, menyebut obat dexamethasone atau deksametason diklaim efektif mengobati pasien Covid-19.

Obat dexamethasone atau deksametason diklaim efektif mengobati pasien Covid-19. Para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, menyebut obat ini yang pertama terbukti meningkatkan ketahanan hidup para pasien, terutama yang sudah dalam kondisi kritis.

Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah Inggris Sir Patrick Vallance mengatakan deksametason merupakan obat murah yang tersedia secara luas. “Ini adalah perkembangan luar biasa dalam perjuangan kita melawan penyakit ini,” katanya, dalam siaran pers di situs Universitas Oxford., Selasa (16/6).

Sebanyak 2.104 pasien yang diacak menerima deksametason enam milligram sekali sehari, baik melalui mulut atau injeksi intravena, selama 10 hari. Mereka dibandingkan dengan 4.321 pasien dengan perawatan biasa.

Hasilnya, obat itu mampu mengurangi sepertiga kematian pasien yang memakai ventilator dan seperlima pada pasien yang hanya menerima bantuan oksigen. Deksametason tidak memberikan manfaat untuk pasien tanpa dukungan sistem pernapasan.

Advertisement

(Baca: Pemerintah akan Dukung Unair Kembangkan Kombinasi Obat Corona)

Profesor Peter Horby dari Universitas Oxford mengatakan manfaat deksametason cukup jelas memberikan efek bagi pasien virus corona yang sakit keras dan memerlukan bantuan oksigen. “Obat ini harus menjadi standar perawatan pasien. Tidak mahal, tersedia di rak, dan dapat segera menyelamatkan nyawa di seluruh dunia,” ucapnya.

Begitu pula pendapat Profesor Martin Landray dari universitas yang sama. “Hasil percobaan ini sangat jelas, deksametason mengurangi risiko kematian di antara pasien dengan komplikasi pernapasan yang para,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyambut baik temuan awal ini. Tapi organisasi ini mengeaskan deksametason hanya efektif pada pasien Covid-19 dalam kondisi kritis. Untuk orang yang memiliki gejala ringan, belum terbukti keampuhannya.

 “Ini berita yang sangat baik dan saya memberi selamat kepada pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan kepada banyak rumah sakit di Inggris yang berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

(Baca: 4 Negara Beli Vaksin AstraZeneca, CEO Klaim Proteksi Corona 1 Tahun)

Apa Itu Dexamethasone?

WHO menyebut obat ini adalah steroid yang telah digunakan sejak 1960an. Manfaatnya untuk mengurangi peradangan dan beberapa kondisi lain, termasuk kanker.

Deksametason termasuk dalam golongan obat kortikosteroid. Alodoc menuliskan, obat ini dapat dipakai untuk jangka panjang tapi tidak bisa dihentikan secara tiba-tiba. Dokter akan menurunkan dosisnya secara bertahap untuk menghentikan obat.

WHO telah memasukkannya dalam daftar List of Essential Medicines sejak 1977. Keberadaanya ada di hampir semua negara. Cara kerja obat ini mirip dengan steroid, yaitu mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Bentuknya ada yang berupa sirup, tablet, salep mata (tetes mata), dan cairan suntik.

(Baca: Rusia Mulai Edarkan Avifavir Untuk Sembuhkan Corona, Apa itu? )

Dexamethasone telah habis masa pantennya sehingga masuk dalam obat generik. Semua perusahaan farmasi bisa memproduksinya tanpa perlu membayar royalti. Karena itu, obat ini sangat mudah didapat di apotek dan rumah sakit.

Harganya pun terbilang murah. Melalui aplikasi Halodoc, harga Dexamethasone 0,5 miligram dalam bentuk tablet sekitar Rp 4.300 per strip isi 10 tablet.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait