Menilik Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Australia

Selama lockdown, pemerintah Australia akan melakukan tes corona secara masif serta mengerahkan ribuan aparat untuk membantu warga menjalani karantina.
Image title
7 Juli 2020, 17:16
lockdown australia, melbourne, new south wales, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/AAP Image/James Ross//WSJ/dj
Seorang anak terlihat melalui jendela di dalam unit perumahan umum di Racecourse Road yang berada dalam lockdown akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Melbourne, Australia, Senin (6/7/2020).

Dua negara bagian terpadat di Australia, Victoria dan New South Wales (NSW), memutuskan untuk melakukan isolasi atau lockdown. Langkah ini ditempuh setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Melbourne.

Melansir dari BBC, wabah di ibu kota Victoria itu telah mencapai angka ratusan kasus dalam dua minggu terakhir atau 95% infeksi baru di Australia.

Pemerintah kedua negara bagian akan memulai penutupan akan dimulai esok hari, Rabu (8/7). "Ini adalah salah satu langkah pencegahan yang akan membantu penyebaran virus," kata Menteri Utama Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, kepada wartawan.

Ia mengatakan dengan tingkat penularan tinggi seperti ini maka pihaknya kesulitan untuk melakukan penelusuran kontak kasus positif. Karena itu, langkah drastis perlu diambil demi pencegah penyebaran Covid-19 tak terkendali. “Kami harus realistis, ini belum berakhir,” ujarnya.

Advertisement

(Baca: Kasus Corona Melonjak, Australia Kembali Lockdown Kota Melbourne)

Selama lockdown, pemerintah akan melakukan tes corona secara masif dan cepat. Otoritas juga akan mengerahkan ribuan aparat untuk membantu warga saat menjalani karantina.

Menteri Utama New South Wales, Gladys Berejiklian, mengutip dari DW, menuturkan belum tahu sampai kapan penutupan akan berlangsung. Pasukan militer dikerahkan di perbatasan untuk melakukan patrol penyeberangan ilegal.

Bagi masyarakat yang ingin melintas di dua negara bagian itu wajib memiliki surat izin dengan beberapa persyaratan. Hingg Senin lalu, sedikitnya terdapat 8.500 kasus positif Covid-19 di Australia dan 106 pasien meninggal dunia.

(Baca: Angka Corona RI Meningkat 1.268 Kasus, 71% Berasal dari Lima Provinsi)

HEALTH-CORONAVIRUS/AUSTRALIA
Pemeriksaa virus korona (COVID-19) di Melbourne, Victoria, Australia, Kamis (2/7/2020).

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Kasus Corona Melonjak, Australia Kembali Lockdown Kota Melbourne" , https://katadata.co.id/berita/2020/07/07/kasus-corona-melonjak-australia-kembali-lockdown-kota-melbourne
Penulis: Ameidyo Daud
Editor: Ameidyo Daud
Pemeriksaa virus korona (COVID-19) di Melbourne, Victoria, Australia, Kamis (2/7/2020).

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Kasus Corona Melonjak, Australia Kembali Lockdown Kota Melbourne" , https://katadata.co.id/berita/2020/07/07/kasus-corona-melonjak-australia-kembali-lockdown-kota-melbourne
Penulis: Ameidyo Daud
Editor: Ameidyo Daud
Pemeriksaa virus korona (COVID-19) di Melbourne, Victoria, Australia, Kamis (2/7/2020)

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Kasus Corona Melonjak, Australia Kembali Lockdown Kota Melbourne" , https://katadata.co.id/berita/2020/07/07/kasus-corona-melonjak-australia-kembali-lockdown-kota-melbourne
Penulis: Ameidyo Daud
Editor: Ameidyo Daud
Pemeriksaa virus korona (COVID-19) di Melbourne, Victoria, Australia, Kamis (2/7/2020).

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Kasus Corona Melonjak, Australia Kembali Lockdown Kota Melbourne" , https://katadata.co.id/berita/2020/07/07/kasus-corona-melonjak-australia-kembali-lockdown-kota-melbourne
Penulis: Ameidyo Daud
Editor: Ameidyo Daud
Pemeriksaan Covid-19 di Melbourne, Australia. (ANTARA FOTO/REUTERS/AAP Image/Daniel Pockett /WSJ/cf)

Penyebab Kenaikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Australia

Selama berbulan-bulan, Australia optimistis telah membendung infeksi virus corona. Kurva kasusnya telah melandai tapi dalam dua minggu terakhir terjadi 482 kasus aktif di negara bagian Victoria.

BBC menulis angka tersebut masih di bawah puncak pandemi corona di negara itu pada Maret lalu. Kenaikan kasus awalnya diduga sebagian besar kasus berasal dari para pelancong yang kembali ke luar negeri. Tapi kondisi sekarang telah berubah, penularan lokal menjadi sumber utama infeksi Covid-19.

Andrews mengatakan lonjakan kasus terjadi karena banyaknya pelanggaran para pekerja yang mengawasi hotel karantina tempat para pelancong yang baru datang ke kotanya. Lebih dari 20 ribu pelancong telah melalui karantina mandiri selama 14 hari di Victoria.

(Baca: Kekecewaan Bill Gates ke Media Sosial & Upayanya Temukan Vaksin Corona)

Laporan pelacakan mutasi Covid-19 di negara bagian itu menemukan kasus dari staf hotel yang kemudian menyebarkan virus corona ke rumah-rumah di pinggiran kota. Banyak para pekerja yang ternyata tidak dilatih dengan benar soal alat pelindung diri (APD).

Andrews juga menuturkan kasus-kasus sosialisasi ilegal antar-staf, seperti pekerja yang berbagi pemantik rokok. Media lokal bahkan melaporkan ada staf yang berhubungan seks dengan wisatawan yang sedang dikarantina.

Tuduhan langsung tertuju pada perusahaan keamaan swasta yang dikontrak untuk mengoperasikan karantina negara. Pemerintah setempat telah memerintahkan penyelidikan yudisial dan memecat para kontraktor.

(Baca: Kelompok Dagang AS Desak Trump Realisasikan Perjanjian dengan Tiongkok)

Australia melakukan pelonggaran pembatasan sosial atau lockdown pada bulan lalu. Warga di sana dapat kembali mengunjungi teman dan keluarga serta makan di restoran.

Relaksasi itu membuat publik menjadi kurang waspada. Para ahli percaya kasus-kasus sekunder muncul pula dari aktivitas sosial tersebut. “Ada banyak kasus di luar sana ketika tindakan pencegahan mereda,” kata Profesor John Matthews dari Universtias Melbourne.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait