Lifting Minyak hingga Agustus 2020 Sudah Capai Target Pemerintah

Realisasi lifting minyak secara year-to-date di angka 706,9 ribu barel minyak per hari (bopd) atau 100,3% melampaui target APBN-P 2020.
Image title
8 September 2020, 12:25
lifting minyak 2020, produksi minyak, skk migas, migas, apbn 2020
www.skkmigas.go.id
Ilustrasi. Lifting minyak nasional per 31 Agustus 2020 tercatat melampaui target APBN-P.

Produksi siap jual atau lifting minyak nasional per 31 Agustus 2020 tercatat sedikit melebihi target anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan atau APBN-P. Realisasinya secara year-to-date di angka 706,9 ribu barel minyak per hari (bopd) atau 100,3% melampaui sasaran 705 ribu bopd.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan pihaknya akan fokus pada upaya mitigasi risiko sehingga angka lifting dapat bertahan hingga akhir tahun. “Kami akan evaluasi pekerjaan operasi dan produksi yang bisa dipercepat,” katanya dalam siaran persnya, Selasa (8/9).

Untuk produksi gas, SKK Migas mencatat realisasinya mencapai 5.516 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Angka ini sedikit di bawah target APBN-P 2020, yakni 5.556 mmscfd.

Serapan gas, menurut Susana, sudah membaik pada Agustus 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. “Kami optimistis dengan semakin membaiknya perekonomian, maka serapan turut naik,” ucapnya.

Tren realisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) sejak 2016 selalu mengalami penurunan. Pada 2018 pencapaiannya lebih rendah 10,5% dari realisasi pada 2016 yang sebesar 2.017 mboepd. Sepanjang 2019 realisasi produksi migas siap jual pun hanya 89% dari target.

SKK Migas sebelumya memproyeksikan lifting minyak mentah akan terus menurun hingga 281 ribu barel per hari pada 2030. Penurunan terjadi karena eksploitasi sumur-sumur minyak saat ini kebanyakan sudah uzur dan dilakukan tanpa teknologi canggih.

Karena itu, pemerintah mendorong teknologi enhanced oil recovery/EOR agar dapat memaksimalkan pengurasan sumber minyak yang ada ke permukaan dan laju penurunan lifting dapat tertahan. Dengan EOR, prediksinya lifting minyak akan menjadi 520 ribu barel per hari.

Target Lifting Satu Juta Barel per Hari di 2030

Pemerintah mengusulkan lifting migas pada Nota Keuangan RAPBN 2021 sebesar 1,712 juta barel setara minyak per hari. Rinciannya, minyak bumi sebesar 705 ribu barel per hari dan gas bumi 1,007 juta barel setara minyak per hari.

Guna mencapai target itu, pemerintah akan mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) melakukan peningkatan produksi migas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun membuka penjajakan kerja sama dengan lembaga-lembaga geosains dunia terkait kegiatan eksplorasi migas di Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian  ESDM Ego Syahrial beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya mengambil pelajaran dari negara-negara lain yang berhasil menemukan cadangan besar migas melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga geosains besar di dunia.

Dengan cara itu, maka peluang menemukan cadangan migas di Indonesia akan lebih besar. "Visi kita ke depan adalah harus agresif dalam kegiatan eksplorasi migas ini," katanya.

Saat ini, total wilayah kerja eksplorasi migas mencapai 99 wilayah. Sebanyak 73 blok dalam bentuk konvensional dan 26 lainnya nonkonvensional. Sedangkan dalam bentuk kontraknya, ada 81 wilayah kerja berbentuk kontrak bagi hasil skema gross split dan 18 wilayah dengan kontrak bagi hasil skema cost recovery.

SKK Migas optimistis lifting minyak dapat mencapai satu juta barel minyak pada 2030. Caranya dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi yang tertuang dalam Komitmen Kerja Pasti. “KKP akan dikejar oleh SKK Migas kalau KKKS tidak melakukan eksplorasi,” ucap Susana pada 23 Juli lalu.

Kegiatan ekplorasi yang tengah dilakukan salah satunya adalah pelaksanaan survei seismik dua dimensi atau 2D terbesar di Asia Pasifik. Kegiatan ini merupakan Komitmen Kerja Pasti di Wilayah Kerja Jambi Merang yang saat ini tengah dikerjakan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE). Survey seismik tersebut melewati area yang berpotensi menjadi penemuan besar (giant discovery) dari wilayah tengah ke timur.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait