Kelanjutan Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang Ditentukan dalam Sebulan

Agar kejadian Rekind tak terulang kembali, BPH Migas akan memperbaiki sistem lelang. Ada tiga opsi untuk melanjutkan pipa gas Cirebon-Semarang atau Cisem.
Image title
14 Oktober 2020, 17:06
pipa gas Cirebon-Semarang, cisem, bph migas
Arief Kamaludin|Katadata
BPH Migas mencabut penetapan PT Rekayasa Industri sebagai pemenang lelang hak khusus ruas transmisi pipa gas bumi Cirebon-Semarang, Jawa Tengah.

BPH Migas akhirnya mencabut penetapan PT Rekayasa Industri sebagai pemenang lelang hak khusus ruas transmisi pipa gas bumi Cirebon-Semarang, Jawa Tengah. Otoritas hilir migas itu meminta perusahaan untuk melaksanakan semua kewajibannya berdasarkan perundang-undangan.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa akan melakukan kajian internal untuk mengambil langkah baru bagi proyek itu. Batas waktunya adalah satu bulan sejak 13 Oktober 2020. "Kami akan mengkaji dari sisi permintaan dan pasokan serta keekonomian atau toll fee ,” katanya dalam Konferensi Pers, Rabu (14/10).

Agar kejadian serupa tak terulang, BPH Migas akan memperbaiki sistem lelangnya. Pemenang lelang akan diberikan batas waktu untuk mulai mengerjakan proyek, misalnya, maksimal dua tahun. "Kelemahan dulu waktu lelang tidak ada batas terminasi. Masak 14 tahun dibiarkan," kata dia.

Ada tiga opsi saat ini untuk melanjutkan pipa gas Cirebon-Semarang atau Cisem. Pertama, menawarkan proyek ke pemenang lelang kedua dan ketiga pada tender 2006. Namun, hal tersebut sulit terealisasi karena para pemenang pasti akan berhitung keekonomiannya kembali.

Opsi berikutnya, BPH Migas melanjutkan proyek dengan skema penugasan kepada badan usaha pemerintah. Terakhir, BPH Migas kembali melakukan lelang ulang atas proyek Cisem.

Fanshurullah belum dapat merujuk pilihan mana yang akan diambil. Dalam waktu sebulan harapannya akan ada keputusan yang tepat. "Mudah-mudahan keputusannya segera dibuat. Apakah BPH Migas lakukan lelang atau penugasan, kami serahkan ke tim panitia," kata dia.

Rekind Putuskan Tak Lanjutkan Proyek Pipa Gas Cisem

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPH Migas Nomor: 035/KPTS/PL/BP MIGAS/KOM/III/2006 pada 21 Maret 2006, Rekind ditetapkan sebagai pemenang lelang dan berkomitmen melaksanakan pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang dengan biaya investasi US$ 169,41 juta.

Pada Januari 2020, Rekind menyatakan berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan proyek itu dan menyepakati penyelesaian proyek dalam waktu 24 bulan. Lalu, pada 7 Februari 2020, Rekind melakukan groundbreaking proyek dengan biaya investasi dan toll fee sesuai yang ditetapkan pada saat lelang.

Di tengah jalan pembangunannya tak kunjung berjalan. SVP Corporate Secretary & Legal Rekind Edy Sutrisman mengatakan persoalan keekonomian dan pasokan gas menjadi pertimbangan utama untuk tidak melanjutkan pembangunan Cisem.

"Rekind memohon maaf atas penyerahan kembali ini dan berharap BPH Migas dapat memahami pertimbangan-pertimbangan yang mendasari keputusan tersebut," ujar dia kepada Katadata.co.id pada Kamis pekan lalu.

Ia menyebut alokasi dana yang harus disiapkan perusahaan dan toll fee antara tahun 2006 hingga 2020 untuk Proyek Cisem sudah tidak sesuai dengan nilai keekonomian saat ini. Tanpa ada kepastian pasokan gas minimum dan penyesuaian tarif toll fee, proyek ini menjadi tidak layak (feasible) dan bankable.

Dalam pengerjaan proyek, Rekind berpegang pada spesifikasi lelang 21 Maret 2006. Nilai investasi yang harus dikeluarkan Rekind sesuai hasil lelang itu adalah US$ 169,41 juta dan toll fee US$ 0,36 per juta British Thermal Unit (MMBTU).

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait