Di Tengah Pandemi, SKK Migas dan Asosiasi Sepakat Jaga Iklim Investasi

SKK Migas bersama Indonesia Petroleum Association sepakat menjaga iklim investasi hulu migas dengan menghindari pemutusan sepihak terhadap kontrak-kotrak pengadaan yang sudah berjalan.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
19 Oktober 2020, 16:04
IPA, SKK Migas, migas, pengadaan barang dan jasa, hulu migas
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
SKK Migas bersama Indonesia Petroleum Association (IPA) sepakat menjaga iklim investasi hulu migas.

Pengadaan barang dan jasa sektor hulu minyak dan gas alam (migas) akan terus berjalan di tengah pandemi corona. SKK Migas bersama Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia atau Indonesia Petroleum Association sepakat menjaga iklim investasi dengan menghindari pemutusan sepihak terhadap kontrak-kotrak pengadaan yang sudah berjalan.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan kondisi saat ini tidak mudah. Namun kegiatan migas harus tetap berjalan untuk mendukung perekonomian nasional.

SKK Migas berharap para kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS mencari terobosan apabila menemukan kesulitan di lapangan. "Kami tidak hanya sekadar mendorong partisipati aktif, juga pro-aktif mencari solusi terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi KKKS di lapangan,” kata Erwin seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (19/10).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan KKKS agar work, program and budget (WPnB) 2020 yang telah disepakati dapat berjalan. Lalu, target produksi siap jual atau lifting migas dalam perubahan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020 dapat terealisasikan.

Target lifting tahun ini adalah 705 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 5.556 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Pada 2021, target lifting minyak tak berubah. Untuk gas sedikit naik menjadi 5.638 juta standar kaki kubik per hari.

Dampak berganda industri nasional yang terus beroperasi adalah menjaga ketersediaan lapangan kerja dan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). "Sesuai arahan Kepala SKK Migas, jangan sampai terjadi PHK yang disebabkan pengurangan program kerja atau pemutusan kontrak pengadaan barang dan jasa," ucapya.

SKK Percepat Persetujuan Pengadaan Barang dan Jasa

SKK Migas membantu memfasilitasi KKKS untuk melakukan pengadaan bersama yang tepat guna serta penerapan teknologi baru. Upaya lainnya, yakni mendukung percepatan persetujuan, termasuk persetujuan pengadaan barang dan jasa oleh KKKS.

Salah satu realisasi dari upaya percepatan itu adalah persetujuan terhadap daftar pengadaan barang/jasa untuk pengeboran 11 sumur di Blok Rokan, Riau, oleh Chevron Pacific Indonesia (CPI). Langkah ini sebagai bagian kesepakatan awal atau HoA antara perusahaan dengan SKK Migas beberapa waktu lalu.

Dalam HOA tersebut Chevron berkomitmen untuk mengebor 11 sumur di Blok Rokan mulai kuartal empat 2020. Tujuannya, agar tingkat produksi minyak di blok ini tetap terjaga ketika diambil alih Pertamina pada Agustus 2021.

Ketua Komite Supply Chain Management IPA Fery Sarjana mengatakan para operator migas sangat mendukung angkah percepatan yang dilakukan SKK Migas. Kedua pihak juga sepakat meningkatkan koordinasi dan sinergi. Terutama yang berhubungan dengan kelancaran operasi dan peningkatan investasi migas. "Dalam rangka merealisasikan target produksi satu juta barrel di 2030,” ujarnya.

SCM IPA berupaya mencapai target lifting yang ditetapkan pemerintah. Caranya, dengan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang lebih cepat, khususnya untuk menara pengeboran.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait